Rabu, 12 Agu 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Migas > Kontroversi Penilaian Kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
MigasOpinion

Kontroversi Penilaian Kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 22 Januari 2025 11:52 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, melontarkan kritik tajam terhadap hasil survei yang digelar oleh Center of Economic and Law Studies (Celios). Survei tersebut menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam jajaran menteri dengan performa terburuk selama 100 hari pertama pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Idrus menilai penilaian tersebut tidak objektif dan jauh dari realitas.

Idrus menegaskan bahwa kinerja Bahlil selama menjabat sebagai Menteri ESDM sangat positif, dan ia menyayangkan hasil survei yang dianggap menyesatkan. “Setelah kami telaah, ternyata penilaian yang diberikan hanya pada sektor tertentu dan tidak dilihat dalam perspektif yang lebih menyeluruh, yang lebih komprehensif,” ujarnya di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta.

Survei yang dilakukan oleh Celios menggunakan metode penilaian ahli, di mana 95 jurnalis dari 44 lembaga pers kredibel dilibatkan. Para jurnalis ini dipilih karena dianggap memiliki akses langsung dan kemampuan untuk mengamati kinerja pejabat publik secara rutin, serta menganalisis hasil dari kebijakan dan program pemerintah.

Setiap panelis diminta memberikan peringkat terkait kinerja para menteri berdasarkan lima indikator utama: pencapaian program, kesesuaian rencana kebijakan dengan kebutuhan publik, kualitas kepemimpinan dan koordinasi, tata kelola anggaran, serta komunikasi kebijakan. Para jurnalis yang terlibat berasal dari berbagai bidang, seperti ekonomi, sosial dan politik, hukum dan HAM, serta energi dan lingkungan.

Berdasarkan survei Celios, Bahlil Lahadalia menduduki urutan ketiga sebagai menteri dengan kinerja terburuk dalam 100 hari kabinet Prabowo-Gibran. Dua urutan menteri di atas Bahlil adalah Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.

Idrus Marham menambahkan bahwa penilaian survei tidak dilakukan secara menyeluruh. “Jadi, ini banyak sekali dan ini penilaian yang dilakukan oleh lembaga yang bersangkutan tidak mengikuti ini, sehingga kita berkesimpulan bahwa penilaian yang dijadikan dasar di situ hanya sektor tertentu, tidak komprehensif, tidak menyeluruh, parsial, dan tidak terintegrasi,” katanya.

Menurut Idrus, hasil survei ini tidak bisa dinilai secara objektif karena tidak dilakukan secara menyeluruh. “Secara objektif, ini tidak bisa dijadikan dasar untuk memberikan justifikasi apa, (rapor) merah, apa tidak gitu,” ucapnya.

Celios, sebagai lembaga penelitian independen, fokus pada kajian makroekonomi, keadilan fiskal, transisi energi, dan kebijakan publik. Namun, hasil survei ini menimbulkan kontroversi dan penolakan dari beberapa pihak, termasuk Idrus Marham yang merasa bahwa penilaian terhadap Bahlil Lahadalia tidak adil dan tidak mencerminkan kinerja sebenarnya.

Survei Celios yang menempatkan Bahlil Lahadalia dalam daftar menteri dengan kinerja terburuk menimbulkan perdebatan mengenai objektivitas dan metodologi penilaian. Kritik dari Idrus Marham menunjukkan perlunya evaluasi yang lebih komprehensif dan menyeluruh terhadap kinerja para menteri agar dapat memberikan gambaran yang lebih adil dan akurat. Ke depan, diharapkan ada peningkatan dalam metode penilaian untuk memastikan bahwa hasil survei mencerminkan kinerja yang sebenarnya dari para pejabat publik.

TAGGED:Bahlil LahadaliaKementrian ESDM
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Survei Celios: Budi Arie Setiadi dan Bahlil Lahadalia Masuk Daftar Menteri dengan Kinerja Terburuk
Next Article Bahlil Lahadalia: Kepercayaan Presiden Prabowo dalam Program Hilirisasi dan Industrialisasi
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Koster Siapkan Pembentukan BUMD untuk Pangan, Air, Energi, dan Transportasi di Bali

Visi Strategis Gubernur Bali Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengungkapkan rencana ambisius untuk mendirikan Badan…

By Redaksi InfoEnergi

Medco Power Resmikan Pengeboran Panas Bumi Pertama di Bonjol, Targetkan 60 MW

PT Medco Power Indonesia melalui anak usahanya, PT Medco Geothermal Sumatra, resmi memulai tahapan eksplorasi…

By Redaksi InfoEnergi

PLN dan Dompet Dhuafa Tingkatkan Literasi Digital Anak Muda di Sinjai Lewat Program Desa Berdaya

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus digitalisasi, literasi digital menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Dorong Teknologi Ramah Lingkungan, Bahlil Lahadalia Serukan CCS untuk PLTU Batu Bara

By Redaksi InfoEnergi
Migas

Penyaluran BBM dan LPG Aman Selama Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

By Redaksi InfoEnergi
Migas

Pertamina EP dan Petromuba: Sinergi Mengelola Sumur Tua, Produksi Minyak Meningkat

By Redaksi InfoEnergi
Migas

Harga minyak dunia stabil setelah melonjak karena retorika Presiden Trump terhadap Rusia.

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?