Senin, 9 Feb 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Desentralisasi Energi Terbarukan di ASEAN
Energi Terbarukan

Desentralisasi Energi Terbarukan di ASEAN

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 26 April 2025 12:53 am
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

INFOENERGI.ID – Jakarta: Negara-negara di kawasan ASEAN didorong untuk mengadopsi sistem desentralisasi energi dan energi terbarukan berbasis lokal, seperti tenaga surya, hidro mini, dan bioenergi. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi di kawasan tersebut. Menurut catatan Institute for Essential Services Reform (IESR), meskipun rasio elektrifikasi di ASEAN telah melebihi 90%, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik yang andal dan berkualitas untuk mendukung produktivitas dan pertumbuhan ekonomi mereka.

Hal ini menjadi topik utama dalam Dialog Regional: Mempromosikan Akses Energi Terdesentralisasi di Asia Tenggara yang berlangsung pada 22-23 April 2025 di Jakarta. Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, menekankan bahwa desentralisasi energi terbarukan adalah strategi penting untuk mencapai trilema energi dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Namun, penerapan sistem ini di ASEAN masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur teknis, kesulitan akses pembiayaan yang terjangkau, dan kurangnya sumber daya manusia yang terampil.

IESR merangkum enam rekomendasi utama untuk mempercepat pengembangan energi terdesentralisasi di ASEAN. Pertama, pentingnya integrasi desentralisasi energi dalam APAEC 2026–2030 sebagai strategi mitigasi ketergantungan terhadap infrastruktur jaringan listrik terpusat. Kedua, diversifikasi skema pembiayaan dengan mengembangkan mekanisme pembiayaan campuran, memanfaatkan pembiayaan berbasis hasil, memperluas akses terhadap sukuk hijau dan pembiayaan iklim, serta mempromosikan kemitraan publik-swasta.

Ketiga, penerapan model yang inklusif dan partisipatif yang berpusat pada komunitas, serta pelembagaan peran pemerintah lokal dan masyarakat. Keempat, penguatan kerangka kebijakan dan regulasi melalui harmonisasi regulasi energi terdesentralisasi, penetapan target dan roadmap nasional jangka panjang, integrasi dengan sistem jaringan, serta memberikan insentif dan mitigasi risiko.

Kelima, pembangunan kapasitas dan transfer pengetahuan melalui peluncuran program pelatihan dan sertifikasi regional, pembentukan pusat pengetahuan energi terdesentralisasi, serta dukungan untuk riset dan inovasi antarnegara. Keenam, memperkuat kolaborasi dan pengawasan berkelanjutan melalui pembangunan platform dialog regional yang terinstitusionalisasi serta kerangka pemantauan. Evaluasi berkala juga diperlukan untuk memastikan akuntabilitas dan kemajuan yang terukur.

CEO dan Presiden Energy Foundation China, Prof Ji Zou, menegaskan bahwa energi terbarukan yang terdesentralisasi memiliki keunggulan dalam skalabilitas, keberlanjutan, dan aksesibilitas, sehingga mampu menjadi pilar utama bagi masa depan energi ASEAN. Energi terdesentralisasi juga menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi, membuka peluang untuk mendorong investasi, mempercepat inovasi teknologi, dan menciptakan model bisnis baru. Peluang ini tidak hanya mempercepat transisi energi ASEAN, tetapi juga membangun fondasi bagi kemakmuran ekonomi jangka panjang dan ketahanan energi.

Plt Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Chrisnawan Anditya, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara dalam mendorong desentralisasi energi di kawasan ASEAN. Meskipun kebijakan dan regulasi terkait masih kompleks, pelibatan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan infrastruktur energi terbarukan secara jangka panjang.

Dengan berbagai tantangan dan peluang yang ada, desentralisasi energi terbarukan di ASEAN memerlukan komitmen dan kerjasama dari semua pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, untuk mencapai keberlanjutan energi yang lebih baik di masa depan.

Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Kekhawatiran Pelaku Usaha dan Investor
Next Article Mayoritas Pengusaha RI Berkomitmen Transisi ke Energi Terbarukan Sebelum 2035
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Pengiriman Magnet Tanah Jarang ke AS Menyusut, China Tetap Catat Lonjakan Ekspor Global

Pengiriman magnet tanah jarang dari China ke Amerika Serikat (AS) tercatat menurun pada Agustus, meskipun…

By Redaksi InfoEnergi

Pertumbuhan Energi Terbarukan di Kazakhstan: Tantangan dan Peluang di Tahun 2024

Di tengah lanskap energi yang terus berkembang, sektor energi terbarukan di Kazakhstan menunjukkan pertumbuhan yang…

By Redaksi InfoEnergi

Malaysia dan Tantangan Menuju Target Net Zero 2050

KUALA LUMPUR - Malaysia menghadapi tantangan monumental dalam upayanya mencapai target net zero pada tahun…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Antam Ikut Lelang Tambang Emas di Timur Tengah: Langkah Strategis Ekspansi Global

By Redaksi InfoEnergi
Energi TerbarukanMigasTechnology

Teknologi Solar Terapung: Inovasi Energi Terbarukan yang Mengubah Wajah Energi

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Bahlil dan Purbaya Bahas Utang Kompensasi BBM dan Listrik: Langkah Strategis untuk Stabilitas Ekonomi

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

RI Berencana Pangkas Produksi Nikel: Penambang Diprediksi Raup Keuntungan Besar

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?