INFOENERGI.ID, CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon menyambut dengan tangan terbuka rencana investasi energi terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) oleh perusahaan asal Jerman. Proyek ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi Cirebon untuk bertransformasi menjadi kawasan hijau yang mengandalkan energi bersih.
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan PLTB tersebut. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong transformasi energi, sejalan dengan kebijakan nasional untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Imron menjelaskan bahwa studi kelayakan yang dilakukan oleh investor menunjukkan potensi angin di Kabupaten Cirebon cukup ideal. Daerah timur Cirebon dinilai memiliki kecepatan angin yang stabil dan memenuhi syarat teknis untuk mendukung keberadaan turbin-turbin bayu. “Mudah-mudahan bisa sukses, karena itu pun mereka sudah melakukan penelitian selama dua tahun,” ujar Imron, Jumat (25/4/2025).
Investor telah menyampaikan perencanaan pembangunan secara menyeluruh, termasuk aspek teknis dan sosial. Salah satu rencana adalah pembangunan pabrik perakitan komponen turbin yang akan melibatkan tenaga kerja lokal. “Hal yang kemarin dipaparkan termasuk dengan membuat pabrik dan segala macamnya. Artinya mereka tidak hanya membangun turbin saja, tapi juga membuka lapangan kerja baru,” kata Bupati.
Imron menyebutkan bahwa dukungan pemerintah daerah tidak hanya dalam bentuk perizinan dan fasilitasi teknis, tetapi juga dalam menjaga kondusivitas sosial masyarakat. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi aspek penting agar proyek ini bisa berjalan tanpa hambatan sosial. Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menyiapkan sejumlah strategi pendekatan ke masyarakat, termasuk melalui kepala desa dan tokoh-tokoh lokal. Harapannya, keberadaan PLTB ini tidak menimbulkan konflik lahan maupun penolakan dari warga.
“Kami melihat ini sebagai peluang besar. Investasi dari Jerman ini menunjukkan bahwa Cirebon punya daya tarik tersendiri, khususnya di sektor energi terbarukan. Ini bisa menjadi daya ungkit ekonomi baru di luar sektor industri konvensional,” tutur Imron.
Pembangunan PLTB ini dipelopori oleh PT wpd Indonesia Energy bersama PT Cirebon Tenaga Bayu, dengan estimasi investasi mencapai Rp2 triliun. Proyek besar tersebut dirancang untuk memiliki kapasitas produksi listrik antara 100 hingga 150 megawatt, memanfaatkan teknologi turbin angin terbaru dari pabrikan global Goldwind.
Area yang akan menjadi lokasi turbin mencakup sejumlah desa di dua kecamatan, yakni Sedong dan Susukan Lebak. Beberapa di antaranya adalah Desa Panongan, Winduhaji, Windujaya, Karangwuni, Susukan Lebak, serta Sedong Kidul. Setiap turbin akan didirikan pada titik yang telah dianalisis secara teknis dan tidak mengganggu lahan pertanian warga.
Menariknya, desain pembangunan PLTB ini memungkinkan masyarakat tetap mengelola lahannya untuk pertanian dan peternakan. Turbin-turbin akan dibangun dengan sistem “land-sharing,” artinya keberadaan infrastruktur energi tidak serta-merta mengusir aktivitas ekonomi lokal. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah yang ingin proyek ini tidak menimbulkan konflik sosial.
Penelitian kecepatan angin yang dilakukan sejak 2023 melalui menara met mast menunjukkan potensi besar di kawasan ini. Rata-rata kecepatan angin mencapai 6,7 meter per detik, angka yang masuk dalam kategori ideal untuk pengoperasian turbin angin skala besar. Data ini menjadi dasar utama perusahaan dalam memastikan kelayakan proyek dari sisi teknis.
Meski masih dalam tahap perizinan dan pengkajian dampak lingkungan, pemerintah daerah aktif memfasilitasi dialog antara investor dan warga. Upaya ini bertujuan agar seluruh proses pembangunan berjalan transparan dan mendapat dukungan publik. Konsultasi publik juga dijadikan bagian dari prasyarat agar investasi tetap berpihak pada kesejahteraan lokal.
Dengan adanya proyek ini, diharapkan Cirebon dapat menjadi pelopor dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi lokal.