Di tengah ketidakpastian perdagangan global akibat kebijakan tarif proteksionis seperti yang pernah diterapkan Presiden AS Donald Trump, Indonesia didorong untuk mencari strategi diversifikasi energi dan kerja sama internasional. Salah satu usulan datang dari Aryo Djojohadikusumo, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus keponakan Presiden Prabowo Subianto, yang menyarankan agar Indonesia menjalin kerja sama pengembangan energi nuklir dengan Korea Selatan dan Kanada.
Aryo menyampaikan bahwa kerja sama dengan negara-negara berteknologi tinggi seperti Korea dan Kanada sangat penting untuk menjawab tantangan ketahanan energi nasional dan tekanan eksternal dari perubahan arah kebijakan perdagangan dunia. Kerja sama ini dinilai mampu meningkatkan kapabilitas Indonesia dalam pengembangan energi alternatif yang bersih dan berkelanjutan.
Korea Selatan dan Kanada dikenal sebagai negara yang memiliki sistem dan teknologi energi nuklir yang maju, aman, serta berstandar internasional. Menurut Aryo, Indonesia bisa banyak belajar dari pengalaman kedua negara dalam membangun reaktor nuklir, regulasi keselamatan, hingga manajemen limbah. Transfer pengetahuan ini dinilai penting untuk mempercepat penguasaan teknologi nuklir dalam negeri.
Dengan menjalin kolaborasi tersebut, Indonesia dapat memperkuat infrastruktur energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Hal ini juga sejalan dengan target dekarbonisasi dan peningkatan bauran energi terbarukan. Di sisi lain, kerja sama ini membuka peluang untuk menciptakan industri pendukung dan tenaga kerja baru di sektor teknologi tinggi.
Meski menjanjikan, pengembangan energi nuklir tetap menghadapi tantangan besar, mulai dari kesiapan infrastruktur, regulasi yang ketat, hingga penerimaan masyarakat. Aryo menegaskan bahwa semua proses harus dilakukan dengan transparansi dan kepatuhan terhadap standar keselamatan global agar risiko dapat diminimalisir dan kepercayaan publik tetap terjaga.
Usulan Aryo Djojohadikusumo agar Indonesia membangun kerja sama pengembangan nuklir dengan Korea Selatan dan Kanada mencerminkan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui kemitraan ini, Indonesia dapat mempercepat transformasi energi sekaligus menghadapi tekanan dari perubahan geopolitik dan ekonomi global. Realisasi ide ini akan sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan dukungan kebijakan pemerintah ke depan.
