PT PLN (Persero) tengah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Wabudori dengan kapasitas 1,2 megawatt (MW) di Kabupaten Supiori, Papua. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi paling lambat pada tahun 2028. Saat ini, tahapan awal seperti studi kelayakan (feasibility study) dan penyusunan desain teknis (detail engineering design) tengah dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan proyek.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara langsung meninjau lokasi pembangunan PLTM Wabudori dan menyatakan dukungannya terhadap percepatan proyek ini. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan potensi sumber daya alam lokal, seperti energi air, untuk mendorong pemerataan listrik di Papua yang selama ini masih memiliki keterbatasan pasokan energi.
Pembangunan PLTM Wabudori diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Supiori, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar fosil. Dengan demikian, proyek ini akan turut berkontribusi pada pengurangan emisi karbon serta mendukung komitmen Indonesia dalam pengembangan energi bersih dan berkelanjutan. Selain itu, proyek ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian lokal.
Meski pembangunan infrastruktur energi di Papua menghadapi tantangan seperti kondisi geografis dan akses terbatas, PLN memastikan komitmennya untuk menyelesaikan proyek tepat waktu. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat setempat akan menjadi kunci dalam kelancaran pelaksanaan pembangunan PLTM ini.
PLTM Wabudori merupakan bagian dari strategi besar PLN untuk memperluas penggunaan energi terbarukan di seluruh pelosok negeri. Proyek ini menunjukkan langkah konkret dalam mendukung bauran energi nasional yang lebih hijau dan merata, serta memperkuat ketahanan energi nasional khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Dengan dukungan penuh pemerintah dan perencanaan matang, pembangunan PLTM Wabudori di Supiori menjadi simbol komitmen Indonesia terhadap energi terbarukan dan pemerataan pembangunan. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan infrastruktur energi berkelanjutan di daerah-daerah lain di Tanah Air.
