Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan bahwa upaya pemulihan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh mengalami kendala serius akibat jalan penghubung yang terputus oleh banjir. Kondisi ini memaksa pihak terkait untuk mencari solusi alternatif guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan.
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menjelaskan bahwa pemulihan pasokan BBM di wilayah Sumatra bagian Utara dilakukan dengan langkah-langkah alternatif dan emergensi. Salah satu strategi yang diterapkan adalah alih suplai distribusi dari terminal BBM yang masih dapat diakses untuk memenuhi kebutuhan daerah yang terisolasi.
“BPH Migas terus memastikan pemulihan distribusi BBM di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berjalan lancar. Masyarakat diharapkan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan agar proses normalisasi berjalan dengan baik,” ujar Fathul dalam keterangan tertulisnya.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Sumatra Bagian Utara, Sunardi, mengungkapkan bahwa pasokan BBM di Sumatra Barat cukup memadai, namun akses terhambat akibat longsor dan banjir. Di Sumatra Utara, alih suplai dilakukan untuk daerah seperti Padang Sidempuan dan Tarutung, yang sebelumnya disuplai dari Sibolga kini dialihkan dari Dumai.
“Alih suplai dari Dumai melibatkan 4 mobil tangki dengan volume 32 kiloliter Pertalite dan 1 mobil tangki kapasitas 8 kiloliter Solar, dengan jarak tempuh lebih dari 20 jam,” jelas Sunardi.
Sunardi juga melaporkan bahwa kondisi pasokan di Medan berangsur membaik meskipun antrean masih panjang. Sementara itu, di Aceh, Fuel Terminal Manager Krueng Raya, Danang Agung Saputra, menjelaskan bahwa suplai di wilayah Bireuen dialihkan dari depot Krueng Raya karena jembatan di Kutablang terputus.
“Pada 29 November 2025, sebanyak 12 unit mobil tangki dengan total 288 kiloliter bensin dikirimkan ke seluruh SPBU di Bireuen dan Pidie Jaya. Hingga kini, sudah terdapat 900 kiloliter bensin yang dikirimkan untuk wilayah Aceh Besar, Pidie, Banda Aceh, dan Aceh Jaya,” ungkap Danang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, berencana meninjau lokasi terdampak banjir di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa sejumlah tower dan gardu listrik PT PLN (Persero) juga terdampak bencana banjir. Bahlil akan meninjau perbaikan infrastruktur listrik di kawasan tersebut.
Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menyebutkan bahwa Sibolga, Sumatra Utara, merupakan pusat distribusi BBM untuk wilayah sekitar. Namun, distribusi terganggu akibat jalan yang putus. “Kami harus mencari cara untuk memasok ke wilayah-wilayah seperti Padang Sidempuan. Besok kami akan ke sana,” kata Laode.
Kementerian ESDM telah menyiapkan sejumlah langkah alternatif penyaluran BBM di wilayah terdampak banjir, termasuk melalui drum minyak hingga titik pengiriman yang dilanjutkan oleh tim di lapangan. “Itu bakal diperbanyak nanti,” tuturnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan pemulihan pasokan BBM di wilayah terdampak banjir dapat segera teratasi, sehingga kebutuhan masyarakat akan bahan bakar dapat terpenuhi dengan baik. Pemerintah dan pihak terkait terus berupaya mengatasi berbagai kendala yang muncul akibat bencana alam ini.
