Penutupan Jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berdampak langsung terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jember. Jalur ini ditutup karena adanya pekerjaan perbaikan jalan, dan kondisi tersebut menyebabkan kemacetan serta terganggunya arus logistik, termasuk distribusi energi. Akibatnya, masyarakat Jember mengalami kesulitan mendapatkan BBM di sejumlah SPBU, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kelangkaan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengerahkan sebanyak 79 mobil tangki guna menyuplai BBM ke wilayah terdampak, khususnya Jember. Pengalihan distribusi dilakukan melalui jalur alternatif, meski rute tersebut lebih jauh dan membutuhkan waktu tempuh lebih lama.
Pertamina juga mencatat bahwa sebanyak 41 SPBU di Jember dan 8 SPBU di Bondowoso terdampak langsung akibat penutupan Jalur Gumitir. Untuk mengurangi potensi kelangkaan, Pertamina meningkatkan frekuensi pengiriman dan melakukan pemantauan distribusi secara intensif. Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat setempat guna memastikan kelancaran pengiriman BBM di tengah situasi darurat ini.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak, menghindari pembelian dalam jumlah besar yang dapat memperburuk kondisi. Peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas konsumsi sangat diperlukan agar distribusi dapat merata dan mencukupi seluruh kebutuhan.
Pemerintah dan instansi terkait saat ini tengah mempercepat proses perbaikan Jalur Gumitir agar akses utama antara Jember dan Banyuwangi dapat segera dipulihkan. Diharapkan dengan selesainya perbaikan, arus distribusi BBM dan logistik lainnya bisa kembali normal dan mendukung aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat.
