Minggu, 21 Jun 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Migas > Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Kenaikan Produksi OPEC+
Migas

Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Kenaikan Produksi OPEC+

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 4 Agustus 2025 2:39 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Harga minyak dunia masih menunjukkan tren penurunan di awal pekan ini. Berdasarkan data Refinitiv per Senin, 4 Agustus 2025 pukul 09:55 WIB, harga minyak mentah Brent tercatat berada di level US$ 69,53 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada harga US$ 67,24 per barel. Kedua harga tersebut mencatat pelemahan jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Penurunan harga ini terjadi setelah OPEC dan aliansinya (OPEC+) mengumumkan rencana untuk menaikkan produksi minyak hingga 547.000 barel per hari (bph) pada bulan September mendatang. Langkah ini diambil untuk merespons tren permintaan global yang mulai pulih, sekaligus mengantisipasi lonjakan harga yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Harga minyak yang melemah bisa memberikan keuntungan bagi negara-negara pengimpor karena biaya energi menjadi lebih murah, sehingga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi domestik. Namun, bagi negara pengekspor minyak, kondisi ini menjadi tantangan karena berkurangnya pendapatan dari ekspor komoditas energi.

Sejumlah analis energi melihat keputusan OPEC+ sebagai strategi yang cukup berisiko, namun dibutuhkan untuk menghindari gejolak harga yang ekstrem. Jika produksi terus ditingkatkan tanpa adanya keseimbangan permintaan, dikhawatirkan pasar bisa kembali mengalami oversupply seperti yang terjadi pada periode sebelumnya.

Arah harga minyak ke depan akan sangat bergantung pada dinamika antara permintaan global dan respons kebijakan pasokan dari negara-negara produsen. Jika pemulihan ekonomi global berlanjut secara konsisten, permintaan energi akan ikut tumbuh dan menopang harga. Sebaliknya, bila ketidakpastian makroekonomi meningkat, tekanan terhadap harga minyak bisa terus berlanjut.

TAGGED:Harga MinyakOPEC+Permintaan Global
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Upaya Pemerataan Energi Pemerintah Siapkan Kebijakan Satu Harga untuk LPG 3 Kg
Next Article Pertamina Uji Coba Produksi Avtur dari Minyak Jelantah, Dorongan Nyata Energi Bersih
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

That Bridge Borders and Offer Insights Into International

Politics is the art of looking for trouble, finding it everywhere, diagnosing it incorrectly and…

By administrator

Investasi Hulu Migas Menguat, Kepastian Hukum Masih Jadi PR Besar

Investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Satuan…

By Redaksi InfoEnergi

Biang Kerok Stok Emas Kurang: Penambang Ogah Pasok ke Antam

Krisis pasokan emas di Indonesia semakin mengkhawatirkan, terutama bagi PT Aneka Tambang (Antam) yang mengalami…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Migas

Indonesia Bersiap Terapkan Solar Campuran 50% Minyak Sawit (B50) pada 2026

By Redaksi InfoEnergi
MigasWorld

Investasi Rekor di Sektor Minyak dan Gas Norwegia Diproyeksikan Capai Nkr275 Miliar pada 2025

By Redaksi InfoEnergi
Migas

Target Ambisius Lifting Minyak Indonesia: Menuju Satu Juta Barel per Hari pada 2028-2029

By Redaksi InfoEnergi
KelistrikanMigas

PLN Minta Prioritas Gas untuk Pasokan Energi Pembangkit Listrik

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?