Filipina tengah menyiapkan penerapan Kebijakan Kredit Karbon yang fokus pada sektor energi. Menurut Kementerian Energi (DOE), kebijakan ini bertujuan untuk memanfaatkan peluang pasar karbon yang sedang berkembang sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih. Wakil Menteri Energi, Felix William B. Fuentebella, menyebut inisiatif ini sebagai titik balik penting bagi negara dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Kebijakan kredit karbon ini dirancang untuk memberi insentif bagi perusahaan energi yang berhasil mengurangi emisi mereka. Dengan adanya dorongan ini, diharapkan perusahaan lebih termotivasi untuk mengadopsi teknologi hijau dan meningkatkan efisiensi energi, sekaligus menarik investasi asing di sektor energi terbarukan.
Dampak kebijakan ini diperkirakan signifikan bagi sektor energi, mendorong investasi dalam teknologi bersih, meningkatkan daya saing, dan membuka peluang kerja baru di bidang energi terbarukan. Meski demikian, pemerintah menghadapi tantangan, seperti memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi baru dan menyediakan dukungan finansial untuk adopsi teknologi ramah lingkungan.
Filipina juga menjajaki kerjasama internasional untuk mendapatkan bantuan teknis dan pendanaan, yang diharapkan dapat mempercepat implementasi kebijakan dan transisi menuju ekonomi rendah karbon. Dengan dukungan yang tepat, Kebijakan Kredit Karbon ini diprediksi akan membawa dampak positif bagi lingkungan dan pertumbuhan ekonomi negara.