PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi penguasa global di sektor energi panas bumi jika mampu menambah kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) hingga 5,2 gigawatt (GW) dalam kurun 10 tahun ke depan.
Indonesia, yang berada di Cincin Api Pasifik, memiliki potensi panas bumi yang sangat melimpah dengan lebih dari 300 titik panas bumi tersebar di seluruh nusantara. Saat ini, kapasitas terpasang mencapai sekitar 2,1 GW, menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia setelah Amerika Serikat dalam pemanfaatan energi panas bumi. Namun, potensi yang belum dimanfaatkan diperkirakan lebih dari 29 GW.
Untuk mencapai target 5,2 GW, pemerintah dan PNRE menyiapkan strategi meliputi peningkatan investasi, pengembangan teknologi efisien, dan kerjasama internasional. Investasi dari sektor swasta dan mitra global diharapkan dapat mempercepat pembangunan PLTP baru, sementara teknologi canggih akan menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing energi panas bumi dibandingkan sumber fosil.
Berbagai kebijakan dan regulasi disiapkan untuk mendukung percepatan proyek PLTP, termasuk insentif fiskal dan non-fiskal bagi investor serta penyederhanaan proses perizinan. Langkah ini bertujuan mempercepat realisasi proyek dan menarik lebih banyak partisipasi dari pihak swasta maupun internasional.
Meskipun menjanjikan, pengembangan energi panas bumi menghadapi tantangan seperti tingginya biaya eksplorasi awal. Namun, dukungan pemerintah dan kolaborasi internasional diharapkan dapat mengatasi hambatan ini. Di sisi lain, pengembangan PLTP menawarkan manfaat besar, termasuk peningkatan ketahanan energi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil.
Dengan penambahan kapasitas PLTP sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru, Indonesia berpotensi menyalip Amerika Serikat dan menjadi pemimpin dunia di sektor energi panas bumi. Komitmen kuat antara pemerintah, PNRE, sektor swasta, dan mitra internasional akan menjadi kunci untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai raja panas bumi dunia, sekaligus memperkuat energi bersih dan berkelanjutan untuk masa depan.