Upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia kembali mendapat dorongan melalui kontrak baru antara Baker Hughes dan British Petroleum (BP) untuk operasional Kilang Tangguh liquefied natural gas (LNG) di Papua Barat. Dalam pengumuman teranyar, Baker Hughes menandatangani kontrak layanan jangka panjang selama 90 bulan bersama BP, yang menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia.
Perjanjian komprehensif ini meliputi penyediaan suku cadang, layanan perbaikan, serta dukungan teknik lapangan bagi peralatan turbomachinery penting, termasuk turbin gas berdaya besar, turbin uap, dan kompresor pada tiga unit LNG. Dengan dukungan teknologi dan inovasi canggih, Baker Hughes berharap kontrak ini dapat meningkatkan efisiensi operasional serta membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Selain bekerja sama dengan BP, Baker Hughes juga bersinergi dengan pemerintah Indonesia serta para pemangku kepentingan lokal. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi hijau, mendukung investasi energi bersih, dan membantu pencapaian target netralitas karbon nasional pada 2060.
Melalui kontrak ini, Baker Hughes akan mengimplementasikan solusi digital, perangkat lunak pemantauan, serta inovasi teknologi untuk meningkatkan kinerja fasilitas LNG. Penerapan teknologi tersebut tidak hanya berpotensi menekan biaya produksi energi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dengan melibatkan tenaga kerja lokal dalam pelatihan dan operasional.
Dengan fokus pada efisiensi energi dan pengurangan emisi, proyek ini diyakini memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya global memerangi perubahan iklim. Dampak positif lainnya termasuk peningkatan daya saing industri energi Indonesia dan masuknya lebih banyak investasi asing.