Dalam pidato tahunan di DPR RI pada pertengahan Agustus 2025, Presiden Prabowo menekankan pentingnya sektor hulu energi dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Sektor ini menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan energi sekaligus instrumen strategis untuk mendukung industri nasional, menjaga ketahanan ekonomi, dan mengurangi ketergantungan energi dari luar negeri. Salah satu fokus utama adalah peningkatan produksi minyak dan gas (migas) sebagai bagian dari upaya kedaulatan bangsa.
Meski memiliki potensi besar, pengembangan sektor hulu energi di Indonesia menghadapi sejumlah kendala. Infrastruktur yang terbatas di daerah penghasil energi dan akses transportasi yang sulit menjadi hambatan bagi optimalisasi produksi. Selain itu, regulasi yang sering berubah dan koordinasi antar lembaga yang belum maksimal turut menurunkan minat investor untuk berinvestasi di sektor ini.
Kemandirian energi menjadi tujuan strategis pemerintah. Dengan mengurangi ketergantungan pada energi impor, Indonesia dapat memperkuat stabilitas ekonomi sekaligus memperkokoh kedaulatan nasional. Melalui konsepsi Asta Cita, pemerintah menekankan bahwa energi bukan sekadar kebutuhan infrastruktur, tetapi juga alat untuk menumbuhkan industri dalam negeri dan melindungi bangsa dari ketergantungan luar.
Di tengah tantangan tersebut, sektor hulu juga menyimpan peluang besar, terutama untuk energi terbarukan. Sumber daya alam seperti panas bumi, angin, dan matahari dapat dimanfaatkan untuk memperluas bauran energi nasional. Target peningkatan porsi energi terbarukan memberikan peluang bagi investor lokal maupun asing untuk terlibat dalam proyek-proyek berkelanjutan.
Teknologi menjadi kunci dalam mendorong efisiensi dan produktivitas sektor hulu. Inovasi dalam eksplorasi dan produksi energi dapat menekan biaya operasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Investasi berkelanjutan dalam penelitian dan pengembangan teknologi menjadi fondasi penting untuk mewujudkan kemandirian energi.
Mewujudkan kemandirian energi Indonesia membutuhkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Dengan mengatasi tantangan yang ada dan memanfaatkan peluang, terutama melalui penguatan sektor hulu dan pengembangan energi terbarukan, Indonesia dapat membangun masa depan energi yang mandiri, berkelanjutan, dan strategis bagi kedaulatan nasional.