Survei terbaru yang dilakukan Bloomberg Intelligence mencatat bahwa para investor masih menaruh keyakinan besar terhadap masa depan investasi berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Sekitar 85 persen responden menyatakan percaya bahwa aset yang dikelola (AUM) untuk investasi ESG akan terus bertumbuh dalam dua tahun mendatang, meski belakangan muncul sejumlah penolakan terhadap prinsip-prinsip ESG. Melansir Know ESG, Selasa (26/8/2025), dua per tiga investor bahkan memperkirakan peningkatan AUM khusus di sektor iklim.
Tingginya minat investor terhadap investasi ESG didorong oleh meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan dan sosial. Investor semakin memperhatikan dampak investasi mereka terhadap masyarakat dan keberlanjutan planet. Selain itu, regulasi yang makin ketat di berbagai negara menuntut perusahaan lebih transparan dalam menjalankan praktik bisnis, sehingga memperkuat daya tarik investasi ESG.
Kebijakan pemerintah yang pro keberlanjutan menjadi katalis penting bagi pertumbuhan ESG. Regulasi tersebut tidak hanya memperjelas standar, tetapi juga memberikan dorongan dan insentif bagi perusahaan yang konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan.
Meski prospeknya cerah, investor tetap menghadapi sejumlah hambatan. Kurangnya standar pelaporan ESG yang seragam menyulitkan perbandingan antarperusahaan. Selain itu, isu greenwashing—klaim palsu atau berlebihan terkait keberlanjutan—masih menimbulkan kekhawatiran.
Secara keseluruhan, tren saat ini menunjukkan masa depan investasi ESG tetap positif. Kombinasi meningkatnya kesadaran investor, regulasi yang mendukung, dan komitmen perusahaan terhadap praktik berkelanjutan diyakini akan terus memperkuat posisi ESG dalam lanskap investasi global.
Dengan dukungan regulasi, integritas perusahaan, serta komitmen investor, ESG berpotensi memberi dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus menciptakan keuntungan finansial jangka panjang.