PT Pertamina (Persero) berencana melepas sejumlah anak usaha yang dinilai berada di luar bisnis inti perusahaan. Salah satunya adalah Pelita Air dan unit bisnis asuransi. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan bahwa spin-off ini akan ditempatkan di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Langkah tersebut sejalan dengan strategi Pertamina untuk memusatkan perhatian pada bisnis minyak dan gas (migas) serta energi baru dan terbarukan.
Pertamina menilai, dengan semakin ketatnya persaingan energi global, perusahaan harus lebih fokus pada lini bisnis utama agar sumber daya dapat dialokasikan secara efisien. Unit usaha yang tidak terkait langsung dengan energi, seperti Pelita Air di sektor penerbangan dan bisnis asuransi, dianggap lebih tepat dikembangkan oleh mitra atau investor yang memiliki spesialisasi di bidang tersebut.
Pelita Air, yang sejak lama mendukung mobilitas udara Pertamina, dipandang memiliki prospek pertumbuhan lebih besar jika dikelola secara independen. Begitu juga dengan bisnis asuransi, yang awalnya dirancang untuk melindungi risiko operasional Pertamina, kini dinilai lebih sesuai dijalankan oleh perusahaan dengan kompetensi khusus di industri asuransi.
Pelepasan ini diharapkan memperkuat fokus Pertamina pada pengembangan migas dan energi baru terbarukan, sekaligus meningkatkan efisiensi dan daya saing di tingkat global. Sementara itu, unit usaha yang dilepas berpeluang menarik investor baru sehingga tetap dapat memberikan kontribusi pada perekonomian nasional.
Dengan rencana spin-off Pelita Air dan bisnis asuransi ke BPI Danantara, Pertamina menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi perusahaan energi yang lebih fokus, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar. Keputusan ini dipandang sebagai langkah strategis menuju masa depan energi Indonesia yang lebih berkelanjutan.
