Sejumlah perusahaan di Eropa kembali terpaksa menghentikan produksi karena kekurangan pasokan rare earth dari China. Ironisnya, kondisi ini terjadi meski China—pemasok terbesar rare earth dunia sedang meningkatkan ekspor hingga mencapai rekor tertinggi. Rare earth merupakan elemen penting dalam pembuatan perangkat elektronik, kendaraan listrik, hingga teknologi energi terbarukan, sehingga kelangkaan pasokan langsung mengganggu aktivitas industri di Eropa.
Kamar Dagang Uni Eropa di China pada Kamis (18/9/2025) melaporkan bahwa pada Agustus lalu, perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut sudah mengalami tujuh kali penghentian produksi. Situasi diperkirakan memburuk, dengan tambahan 46 kasus penghentian produksi yang diproyeksikan terjadi sepanjang September. Hal ini menegaskan betapa rentannya sektor industri Eropa terhadap gangguan pasokan bahan baku penting dari luar negeri.
China selama ini menguasai mayoritas pasokan rare earth global, menjadikannya pemain dominan dalam rantai pasok industri berteknologi tinggi. Eropa, yang sangat bergantung pada pasokan ini, kini menghadapi risiko besar akibat ketidakstabilan distribusi, meskipun volume ekspor China meningkat. Kondisi ini memperlihatkan bahwa ketersediaan di pasar internasional tidak selalu berbanding lurus dengan akses yang diterima pelaku industri di Eropa.
Penghentian produksi berulang kali menimbulkan kerugian finansial yang besar bagi perusahaan Eropa. Efek domino juga terlihat pada berkurangnya output industri, ancaman terhadap lapangan kerja, serta gangguan pada rantai pasok global. Krisis pasokan ini dapat menekan daya saing Eropa di sektor teknologi yang sangat bergantung pada rare earth.
Sebagai respons, sejumlah negara Eropa mulai menjajaki eksplorasi cadangan rare earth di dalam wilayahnya dan memperkuat kerja sama dengan pemasok alternatif di luar China. Langkah diversifikasi pasokan ini dipandang penting untuk mengurangi risiko penghentian produksi yang berulang.
Krisis rare earth yang kembali melumpuhkan produksi di Eropa menegaskan pentingnya kemandirian pasokan strategis. Meski China meningkatkan ekspor, perusahaan Eropa tetap menghadapi keterbatasan pasokan. Ke depan, diversifikasi sumber daya dan pembangunan rantai pasok mandiri menjadi kunci agar industri Eropa lebih tahan terhadap gejolak global.
