Minggu, 22 Mar 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Minerba > Pengiriman Magnet Tanah Jarang ke AS Menyusut, China Tetap Catat Lonjakan Ekspor Global
Minerba

Pengiriman Magnet Tanah Jarang ke AS Menyusut, China Tetap Catat Lonjakan Ekspor Global

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 21 September 2025 10:38 am
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Pengiriman magnet tanah jarang dari China ke Amerika Serikat (AS) tercatat menurun pada Agustus, meskipun secara keseluruhan ekspor komoditas tersebut dari China masih mengalami peningkatan seiring pelonggaran pembatasan yang diberlakukan Beijing.

Data penurunan ini muncul tidak lama setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mengadakan panggilan telepon pada Jumat untuk membicarakan ketegangan dagang yang masih membayangi hubungan kedua negara. Kontak langsung antara kedua pemimpin itu diharapkan dapat menjadi titik awal perbaikan komunikasi dalam sengketa perdagangan yang berlangsung sejak tahun lalu.

Magnet tanah jarang memiliki peran krusial karena digunakan dalam berbagai industri strategis, mulai dari kendaraan listrik, turbin angin, hingga peralatan keras militer. Produk ini sempat menjadi salah satu senjata diplomasi paling ampuh Beijing dalam menghadapi kebuntuan perdagangan dengan Washington pada awal tahun ini.

Penurunan pasokan ke AS menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama bagi sektor manufaktur dan teknologi tinggi yang sangat bergantung pada bahan tersebut. Kondisi ini berpotensi mengganggu rantai pasokan dan meningkatkan biaya produksi, memaksa pelaku industri untuk mempertimbangkan sumber alternatif di luar China.

Di sisi lain, meskipun terdapat langkah relaksasi dari China, AS juga mulai mengintensifkan strategi diversifikasi. Beberapa negara seperti Australia dan Kanada menjadi sorotan sebagai calon pemasok baru, sementara perusahaan di AS berinvestasi dalam teknologi daur ulang untuk mengurangi ketergantungan pada impor langsung dari China.

Penurunan ekspor magnet tanah jarang China ke AS pada Agustus menyoroti rapuhnya rantai pasokan global di tengah dinamika geopolitik. Walaupun ada tanda-tanda pelonggaran hubungan perdagangan, isu ketergantungan strategis ini masih akan menjadi perhatian utama bagi Washington dan Beijing dalam waktu dekat.

TAGGED:ChinaMagnet Tanah Jarang
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Bos Pertamina Tanggapi Polemik SPBU Swasta dan Isu BBM Oplosan
Next Article Bahlil Tegaskan Impor BBM oleh Pertamina Bukan Kebijakan Satu Pintu
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

PIS: Pelopor Dekarbonisasi Maritim Indonesia Menuju Nol Emisi 2050

Pendahuluan: Dedikasi PIS dalam Transformasi Hijau Maritim PT Pertamina International Shipping (PIS) telah menorehkan langkah…

By Redaksi InfoEnergi

Sinar Mas Gandeng First Gen Corp. Bangun PLTP Rp 36 Triliun di Indonesia

Grup Sinar Mas yang dimiliki konglomerat Franky Widjaja menjalin kemitraan dengan First Gen Corp., perusahaan…

By Redaksi InfoEnergi

Target Energi Terbarukan Indonesia 2025: Tantangan dan Strategi

INFOENERGI.ID, Jakarta - Indonesia telah menetapkan sasaran ambisius untuk mencapai bauran energi baru dan terbarukan…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

MinerbaWorld

Pemerintah Slovenia Alokasikan EUR 403 Juta untuk Menyelamatkan Pembangkit Listrik dan Tambang Batu Bara

By Redaksi InfoEnergi
Migas

Pengiriman LNG Rusia yang Disanksi AS Kembali Tiba di China

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

India dan China Masih Dominasi Proyek PLTU Baru di Tengah Tekanan Transisi Energi

By Redaksi InfoEnergi
MinerbaWorld

Penemuan Zona Emas Berkadar Tinggi di Minyari Dome oleh Antipa Minerals

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?