Para legislator dari kedua kubu politik yang telah berkolaborasi selama berbulan-bulan untuk menantang dominasi China dalam rantai pasokan mineral kritis akan mengadakan pertemuan pamungkas mereka pada hari Rabu. Mereka berencana untuk mengungkap cetak biru legislatif — setidaknya sebagian — tentang bagaimana melanjutkan langkah ini.
Kelompok Kerja Kebijakan Mineral Kritis, yang dipimpin oleh Perwakilan Rob Wittman (R-Va.) dan Kathy Castor (D-Fla.) di bawah naungan Komite Seleksi DPR untuk Partai Komunis China, dijadwalkan untuk mengungkap tiga rancangan undang-undang. Rancangan ini bertujuan untuk melawan cengkeraman China pada penambangan dan pengolahan mineral, serta mengatasi kekurangan tenaga kerja di Amerika Serikat.
Wittman dan Castor merilis undang-undang ini seiring dengan meningkatnya permintaan untuk mineral kritis seperti lithium, kobalt, dan nikel. Selama beberapa minggu, keduanya telah menerima masukan dari perusahaan dan pendukung lainnya serta menyampaikan tujuan mereka untuk merilis produk ini sebelum akhir tahun.
Salah satu rancangan undang-undang tersebut akan mencakup bahasa dari Ketua Komite China DPR John Moolenar (R-Mich.) dan Perwakilan Demokrat Ritchie Torres dari New York, yaitu “Undang-Undang Peningkatan Tenaga Kerja Mineral Kritis.” Rancangan ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan jumlah pekerja di sektor pertambangan negara tersebut. Rancangan ini akan mengubah undang-undang imigrasi dan pertukaran budaya, serta memungkinkan presiden untuk mendukung pertukaran pendidikan dan pejabat federal untuk memberikan visa berbasis pekerjaan jika berfokus pada mineral kritis.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengurangi ketergantungan Amerika Serikat pada China dalam hal pasokan mineral kritis. Dengan meningkatnya permintaan global untuk teknologi yang bergantung pada mineral ini, seperti kendaraan listrik dan perangkat elektronik, penting bagi AS untuk memperkuat rantai pasokannya sendiri.
Dominasi China dalam industri mineral kritis tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga memiliki implikasi geopolitik yang signifikan. Dengan mengendalikan pasokan mineral penting, China memiliki pengaruh besar dalam pasar global. Oleh karena itu, inisiatif legislatif ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat ekonomi domestik tetapi juga untuk meningkatkan posisi strategis AS di panggung internasional.
Dengan merilis cetak biru legislatif ini, anggota DPR bipartisan berharap dapat memulai langkah menuju kemandirian dalam pasokan mineral kritis. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa AS dapat memenuhi kebutuhan teknologinya sendiri tanpa harus bergantung pada negara lain, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
