Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) mengadakan pertemuan penting di Hong Kong pada 20 Oktober 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas peluang kerja sama di bidang teknologi finansial (fintech) dan aset digital. Dalam era digital yang semakin berkembang, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi global.
Salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan ini adalah inovasi di sektor fintech. KADIN melihat potensi besar dalam pengembangan teknologi finansial yang dapat meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi canggih, diharapkan layanan keuangan dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat luas, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil.
Selain fintech, aset digital juga menjadi fokus pembahasan. KADIN menilai bahwa aset digital, seperti mata uang kripto dan token digital, memiliki potensi untuk menjadi pilar ekonomi baru. Dengan regulasi yang tepat dan dukungan infrastruktur, aset digital dapat menjadi alternatif investasi yang menarik bagi masyarakat Indonesia. Pertemuan ini juga membahas pentingnya kerangka regulasi yang jelas untuk mendukung pertumbuhan sektor ini.
Kerja sama dengan Hong Kong dianggap strategis mengingat posisi Hong Kong sebagai salah satu pusat keuangan dunia. Melalui kolaborasi ini, Indonesia berharap dapat menarik investasi asing dan memperluas jaringan bisnis di sektor fintech dan aset digital. Pertemuan ini juga membuka peluang bagi perusahaan Indonesia untuk belajar dari pengalaman dan keahlian Hong Kong dalam mengelola sektor keuangan yang maju.
Meskipun peluang kerja sama ini menjanjikan, KADIN juga menyadari tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah kebutuhan akan regulasi yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, edukasi dan literasi digital juga menjadi kunci untuk memastikan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi ini dengan bijak. KADIN berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dan kolaborasi demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pertemuan Kamar Dagang RI di Hong Kong menandai langkah penting dalam upaya memperkuat kerja sama di bidang fintech dan aset digital. Dengan fokus pada inovasi dan kolaborasi internasional, Indonesia berupaya untuk memanfaatkan peluang ekonomi digital demi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Tantangan yang ada diharapkan dapat diatasi melalui regulasi yang tepat dan peningkatan literasi digital di masyarakat.
