Pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menuding PT Pertamina (Persero) malas karena tidak membangun kilang minyak baru, terus menjadi topik hangat. Isu ini juga diangkat oleh Direktur Eksekutif Center for Energy Policy, M. Kholid Syeirazi, dalam program “TO THE POINT AJA!” di kanal YouTube SINDOnews.
Dalam diskusi tersebut, Kholid Syeirazi mengungkapkan bahwa Singapura memiliki kapasitas kilang minyak yang sangat besar, mencapai 1,3 juta barel per hari. Namun, konsumsi dalam negeri Singapura hanya sekitar 300 ribu barel per hari. “Siapa off taker-nya itu kalau bukan kita (Indonesia), 1 juta barel. Jadi Singapura sangat mengandalkan market share dari Indonesia,” jelas Kholid.
Kholid Syeirazi juga menyoroti bahwa situasi ini menjadi salah satu alasan mengapa Indonesia belum membangun kilang baru. Ada faktor geopolitik yang mempengaruhi keputusan tersebut. Bahkan, menurut Kholid, Bank Dunia pernah menulis surat kepada Menteri Keuangan yang menyarankan agar pemerintah tidak perlu membangun kilang.
Pada awal Oktober 2025, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pertamina terkait pembangunan kilang. Menurutnya, hingga saat ini Indonesia belum memiliki kilang baru, padahal pada tahun 2018, ia telah meminta Pertamina untuk membangun kilang baru. “Mereka (Pertamina) janji akan bangun 7 kilang baru dalam waktu 5 tahun. Tapi sampai sekarang kan tidak ada satu pun,” tegas Purbaya.
Purbaya menekankan bahwa ketidakmampuan Pertamina untuk membangun kilang baru menyebabkan kerugian besar bagi Indonesia. “Kita impor dari mana dari Singapura minyak dan produk-produk minyaknya,” ungkapnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR. Pernyataan ini menyoroti ketergantungan Indonesia pada impor minyak dari Singapura dan menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan energi nasional.
Menkeu Purbaya juga meminta Komisi XI DPR untuk turut mengawasi Pertamina dalam hal ini. “Jadi bapak (Komisi XI DPR) tolong kontrol mereka juga. Dari saya kontrol, dari bapak-bapak kontrol,” ujarnya. Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan legislatif dalam memastikan Pertamina memenuhi komitmennya untuk membangun kilang baru.
Pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan energi domestik. Ketergantungan pada impor minyak dari Singapura menunjukkan perlunya strategi yang lebih efektif dalam pengembangan infrastruktur energi nasional. Dengan pengawasan yang ketat dan kebijakan yang tepat, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan kemandirian energi di masa depan.
