Jumat, 12 Des 2025
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Pertamina dan Sinopec Perkuat Kerja Sama EOR di Lapangan Tua
Energi Terbarukan

Pertamina dan Sinopec Perkuat Kerja Sama EOR di Lapangan Tua

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 10 November 2025 8:26 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Pertamina baru-baru ini membuka peluang kerja sama operasi (KSO) untuk mengembangkan Enhanced Oil Recovery (EOR) skala besar di beberapa lapangan tua milik perusahaan. Langkah ini semakin terbuka setelah Pertamina memberikan akses data migas kepada Sinopec. Beberapa lapangan migas yang datanya disodorkan antara lain Rantau, Jirak, Tanjung, Pamusian, dan Zulu.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyadi, menyatakan bahwa Pertamina dan Sinopec sedang melanjutkan kajian teknis untuk Lapangan Tanjung. Sinopec saat ini tengah melakukan kajian subsurface di lapangan tua milik Pertamina tersebut. SKK Migas juga meminta kedua perusahaan untuk segera menyusun rencana pengembangan atau plan of development (PoD) EOR skala penuh untuk Lapangan Tanjung dengan target onstream pada 2030-2031.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan pimpinan perusahaan migas China pada ajang Indonesia-China Energy Forum (ICEF) ke-7 di Bali, September 2024. Dalam kerangka ICEF, pemerintah menawarkan sejumlah peluang investasi kepada perusahaan energi China, khususnya di sektor hulu migas.

Pemerintah menilai bahwa China memiliki teknologi mutakhir untuk pengurasan minyak tahap lanjut. Otoritas hulu migas menargetkan bahwa eksplorasi minyak tahap lanjut ini akan menyumbang lifting besar sepanjang 2030-2040. Menurut SKK Migas, proyek chemical EOR skala besar diperkirakan akan menyumbang sekitar 200.000 barel minyak per hari (bph) pada 2030, dan diharapkan meningkat dua kali lipat pada akhir 2040 dalam skenario optimis.

Teknologi EOR merupakan metode pengurasan minyak tingkat lanjut dengan menginjeksikan zat dari luar reservoir, seperti bahan kimia, energi mekanis, atau termal. Chemical EOR, khususnya, menggunakan bahan kimia seperti polimer, surfaktan, dan kombinasi alkali-surfaktan-polimer (ASP) untuk meningkatkan mobilitas minyak dan menurunkan tegangan antar muka antara minyak dan air.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendorong peningkatan lifting minyak melalui pendekatan chemical EOR pada skala yang lebih besar. Pemerintah menaruh perhatian pada 17 lapangan potensial untuk penerapan EOR skala besar dengan pendekatan chemical, CO2, dan steamflood. Menurut SKK Migas, 17 lapangan ini memiliki potensi perolehan sumber daya mencapai 1,12 miliar standar barel tangki minyak (BSTB).

Pertamina Hulu Energi (PHE) menandatangani joint study agreement (JSA) dengan Sinopec Energy Investment (HK) Holding Limited untuk studi pengembangan chemical EOR di Lapangan Tanjung. Selain itu, Pertamina juga menggandeng Daqing Oilfield Co., Ltd, afiliasi CNPC, untuk mendorong pengembangan chemical EOR di beberapa lapangan, termasuk Lapangan Minas Blok Rokan.

Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Tutuka Ariadji, menilai positif upaya kerja sama pengembangan chemical EOR dengan perusahaan China. Menurutnya, teknologi China relatif kompetitif dengan biaya rendah dan telah berhasil meningkatkan perolehan minyak di aset tua mereka. Namun, Dewan Penasihat Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo, mengingatkan bahwa karakteristik lapangan yang berbeda-beda dapat menjadi tantangan dalam pengembangan chemical EOR di Indonesia.

Dengan demikian, kajian kelayakan investasi proyek chemical EOR dengan China diperkirakan akan memerlukan waktu yang relatif lama. Namun, dengan kolaborasi yang kuat dan teknologi yang tepat, diharapkan proyek ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi minyak nasional.

TAGGED:Sinopec
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Pertumbuhan Pendapatan CGAS: Strategi Efektif Dorong Kinerja Positif
Next Article Kritik Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Terhadap Pertamina: Kilang Minyak dan Implikasinya
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Pertamina Raih Penghargaan Kekayaan Intelektual atas Rekor Permohonan Paten Terbanyak

PT Pertamina (Persero) menorehkan prestasi gemilang di bidang kekayaan intelektual setelah berhasil meraih penghargaan dari…

By Redaksi InfoEnergi

Purbaya: Bea Keluar Batu Bara Mungkin Berlaku 2026

Pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan penerapan bea keluar untuk ekspor batu bara yang direncanakan mulai berlaku…

By Redaksi InfoEnergi

Raksasa Migas China Incar Proyek EOR di Indonesia: Peluang dan Tantangan

Sejumlah perusahaan migas besar asal China, seperti Sinopec Group, China National Petroleum Corporation (CNPC), dan…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Pertamina dan PLN Kolaborasi Kembangkan Energi Panas Bumi untuk Percepat Transisi Energi Bersih

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Tarif Listrik PLN Tetap Stabil pada Kuartal IV 2025: Keputusan ESDM

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III-2025: Tantangan dan Peluang

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Harga Minyak Stabil Setelah Penurunan Terbesar dalam Tiga Pekan

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?