PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melalui anak usahanya, PT Bumi Suksesindo (BSI), bersiap mendeklarasikan diri sebagai pemilik tambang tembaga terbesar ketiga di Indonesia. Hal ini didukung oleh rencana pengembangan tambang bawah tanah di lahan Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur, yang semakin mantap. Senior Manager Technical Service PT BSI, Erik Barnas, mengungkapkan bahwa berdasarkan studi kelayakan terbaru, tambang bawah tanah di Tujuh Bukit dapat memproduksi 24 juta ton bijih per tahun, dengan hasil hingga 110 ribu ton tembaga.
Selain tembaga, tambang ini juga diproyeksikan menghasilkan 350 ribu ounces emas per tahun. Berdasarkan Mineral Resources Estimate (MRE) per Maret 2024, potensi sumber daya mineral terindikasi mencapai 8,2 juta ton tembaga dan 27,9 juta ounces emas. Komposisi ini memungkinkan penambangan berlangsung hingga 30 tahun. Erik Barnas menegaskan bahwa studi kelayakan terkini telah disetujui, sehingga pembangunan konstruksi dapat dimulai tahun depan, dengan target menyumbang hingga 15% dari produksi tembaga di Indonesia.
Dalam pengembangan tambang bawah tanah, PT BSI telah membangun terowongan sepanjang 1,8 kilometer. Manager Underground Tujuh Bukit PT BSI, Toddy Samuel, menyatakan bahwa mitigasi risiko terhadap gangguan seperti gempa telah disiapkan dengan matang. Proses eksplorasi Tambang Tembaga Tujuh Bukit dimulai sejak 2018 dan telah menelan investasi sekitar US$250 juta.
PT BSI saat ini mengoperasikan 992 hektare dari total 4.998 hektare wilayah konsesi berdasarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi dan Produksi yang diterbitkan pada 2012. Target produksi emas pada 2025 adalah 100.000-110.000 ounces. Head Corporate Communication MDKA, Tom Malik, menyatakan bahwa perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tersebut. Pengembangan tambang bawah tanah diperkirakan membutuhkan investasi sebesar US$1-1,5 miliar.
Saat ini, Tambang Emas Tujuh Bukit masih menggunakan metode tambang terbuka (open pit). Selain di Banyuwangi, MDKA juga mengoperasikan Tambang Tembaga Wetar di Maluku Barat Daya, yang menghasilkan komoditas mineral tembaga, emas, dan pirit. Pada 2025, tambang ini diharapkan dapat memproduksi sekitar 9.500-11.500 ton tembaga dengan biaya produksi sekitar US$1,60-US$2,20 per pound.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari studi kelayakan terbaru, PT Merdeka Copper Gold Tbk melalui PT Bumi Suksesindo siap menjadi salah satu pemain utama dalam industri tambang tembaga di Indonesia. Pengembangan tambang bawah tanah di Tujuh Bukit diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi tembaga nasional, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya.
