Harga minyak mentah dunia menunjukkan stabilitas di tengah pengawasan ketat para pedagang terhadap indikator pasar yang melemah. Para pelaku pasar saat ini menantikan laporan yang diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai potensi surplus pasokan global yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.
West Texas Intermediate (WTI) mendekati angka US$60 per barel setelah mengalami kenaikan sebesar 0,6% pada hari Senin. Sementara itu, harga minyak Brent ditutup di sekitar US$64 per barel. Selisih harga WTI, yang merupakan perbedaan antara dua kontrak terdekatnya, telah menyempit menjadi 9 sen per barel. Kondisi ini disebabkan oleh fenomena backwardation, yang menunjukkan bahwa pasar sedang mengalami kondisi yang kurang ketat dibandingkan sebelumnya. Ini adalah level terendah yang tercatat sejak Februari lalu.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang telah meningkatkan pasokan minyaknya, dijadwalkan untuk merilis analisis bulanan pada hari Rabu, 12 November 2025. Pada hari yang sama, Badan Energi Internasional (IEA) juga akan menerbitkan prospek tahunan mereka. IEA, yang telah memprediksi adanya rekor surplus pasokan tahunan pada tahun 2026, akan merilis ringkasan bulanan rutinnya pada hari Kamis, 13 November 2025. Laporan-laporan ini sangat dinantikan oleh para pelaku pasar untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kondisi pasokan minyak global.
Perhatian juga tertuju pada impor minyak India. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Washington sudah “cukup dekat” untuk mencapai kesepakatan dagang dengan New Delhi. India telah mengambil langkah untuk “menghentikan impor minyak Rusia,” dengan jumlah yang sudah berkurang secara signifikan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang didorong oleh Trump untuk mengurangi ketergantungan India pada minyak mentah dari Moskwa, sebagai bagian dari strategi untuk mengakhiri konflik di Ukraina.
Pada perdagangan terbaru, harga WTI untuk pengiriman Desember mengalami penurunan sebesar 0,2%, menjadi US$60,01 per barel pada pukul 7.35 pagi waktu Singapura. Pergerakan harga ini mencerminkan dinamika pasar yang terus dipantau oleh para pelaku industri dan investor.
Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pasar minyak saat ini, para pelaku pasar terus memantau perkembangan terbaru untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis. Laporan dari OPEC dan IEA diharapkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut mengenai arah pasar minyak global di masa mendatang.
