Perusahaan kilang milik negara India, Indian Oil Corp. (IOC), tengah mencari pasokan minyak untuk awal tahun depan. Dalam dokumen tender yang dilihat oleh Bloomberg, IOC menunjukkan minat pada campuran minyak asal Rusia seperti ESPO dan Sokol. Selain itu, IOC juga membuka penawaran untuk minyak jenis sulfur rendah dari kawasan seperti Afrika Barat dan Amerika Serikat, sambil tetap mencantumkan daftar campuran minyak dari wilayah Timur Jauh Rusia.
Pengiriman minyak dijadwalkan tiba di pelabuhan Paradip dan Vadinar antara akhir Januari hingga awal Februari. Batas waktu pengajuan penawaran ditetapkan pada Kamis ini. Dalam dokumen tender, IOC menegaskan bahwa penjual harus memastikan kargo tidak berasal dari produsen atau terminal yang terkena sanksi oleh Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, Perserikatan Bangsa-Bangsa, maupun India.
Hingga saat ini, juru bicara IOC belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Bloomberg. Pola pembelian minyak oleh kilang India menjadi sorotan sejak Presiden AS Donald Trump menekan India untuk memangkas secara signifikan, atau bahkan menghentikan, pembelian minyak dari Rusia. Langkah ini menambah tekanan pada India, yang sebelumnya menjadi importir terbesar ekspor minyak Rusia lewat laut.
Pelaku pasar terus mencermati langkah pembeli India dalam merespons sanksi terbaru terhadap dua produsen besar Rusia, Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC. Awal pekan ini, Bloomberg melaporkan bahwa lima dari tujuh kilang utama India, termasuk Reliance Industries, tidak mengajukan pesanan minyak Rusia untuk pengiriman bulan depan. Namun, IOC dan Nayara Energy Ltd., yang terafiliasi dengan Rosneft, masih melakukan pembelian untuk periode tersebut.
Langkah IOC untuk mencari pasokan minyak baru, termasuk dari Rusia dan kawasan lain, mencerminkan upaya perusahaan untuk mengamankan kebutuhan energi di tengah tekanan geopolitik dan sanksi internasional. Dengan terus memantau perkembangan pasar dan kebijakan internasional, IOC berusaha untuk menavigasi tantangan yang ada dan memastikan pasokan minyak yang stabil bagi India. Keputusan ini juga menunjukkan pentingnya diversifikasi sumber pasokan minyak dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah.
