Harga batu bara mengalami kenaikan signifikan dalam perdagangan terbaru, menunjukkan tren positif yang terus berlanjut. Pada Selasa (18/11/2025), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan depan ditutup pada angka US$ 111,5 per ton. Angka ini naik 1,18% dari hari sebelumnya, menandai level tertinggi sejak 27 Agustus, atau lebih dari dua bulan terakhir.
Selama sepekan terakhir, harga batu bara mengalami kenaikan sebesar 3,38% secara point-to-point. Dalam sebulan terakhir, harga batu bara melonjak hingga 7,21%. Kenaikan ini didorong oleh perkembangan di China yang memberikan angin segar bagi pasar batu bara. Bloomberg News melaporkan bahwa produsen zinc di China sedang meningkatkan produksi untuk mengatasi kelangkaan di pasar global.
China, sebagai produsen zinc terbesar di dunia, menyumbang lebih dari separuh pasokan zinc global. Ketika fasilitas pemurnian atau smelter zinc di China meningkatkan produksi, penggunaan energi pun meningkat. Batu bara tetap menjadi sumber energi utama untuk pembangkitan listrik di China, sehingga permintaan batu bara pun ikut terdongkrak.
Bagaimana proyeksi harga batu bara untuk hari ini, Rabu (19/11/2025)? Apakah harga akan terus naik atau justru mengalami koreksi? Secara teknikal, dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara berada di zona bullish. Hal ini tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang berada di angka 66, menunjukkan bahwa aset ini sedang dalam posisi bullish.
Indikator Stochastic RSI juga berada di angka 67, menandakan area beli (long) yang kuat. Namun, untuk perdagangan hari ini, ada kemungkinan harga batu bara akan mengalami penurunan. Kenaikan yang sudah cukup tinggi dapat memicu risiko profit taking.
Cermati pivot point di angka US$ 110 per ton. Dari titik ini, harga batu bara berpotensi menguji support di kisaran US$ 109-105 per ton. Namun, jika harga batu bara tetap kuat dan terus menanjak, maka US$ 112 per ton bisa menjadi target resisten terdekat. Jika titik ini berhasil ditembus, harga berpotensi naik ke level US$ 113-117 per ton.
Dengan perkembangan ini, para pelaku pasar diharapkan terus memantau pergerakan harga batu bara dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, terutama dari sisi permintaan dan pasokan global.
