Kamis, 7 Mei 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Impor Minyak Mentah dari AS Akan Dimulai Desember 2025, Bagian dari Kesepakatan Dagang
Energi Terbarukan

Impor Minyak Mentah dari AS Akan Dimulai Desember 2025, Bagian dari Kesepakatan Dagang

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 19 November 2025 6:51 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan bahwa pemerintah Indonesia berencana untuk meningkatkan impor minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) mulai Desember 2025. Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang yang telah disepakati dengan pemerintah AS.

Bahlil menyatakan bahwa impor minyak mentah ini akan melengkapi impor LPG yang sudah berjalan sebelumnya. “Kalau LPG kan sudah berjalan, kemudian minyak kemungkinan besar di Desember ini sudah bisa ada yang mulai dari sana,” ujarnya kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Namun, Bahlil menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai skema impor minyak mentah dari AS tersebut. Ia juga tidak ingin mengonfirmasi apakah PT Pertamina (Persero) akan ditugaskan untuk mengimpor minyak AS tanpa melalui mekanisme lelang.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah menyampaikan rencana penugasan kepada Pertamina dalam forum US–Indonesia Investment Summit di Hotel Mandarin Oriental. Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyusun regulasi untuk mengatur impor migas dari AS tanpa melalui lelang, yang akan difokuskan pada transaksi antara Pertamina dan perusahaan AS.

Namun, Bahlil enggan mengonfirmasi informasi yang disampaikan oleh Airlangga. “Coba tanya ke Pak Airlangga kalau gitu,” katanya.

Pertamina telah menandatangani tiga nota kesepahaman business to business (B2B) di bidang pengadaan feedstock minyak dan kilang melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Kerja sama ini melibatkan ExxonMobil Corp., KDT Global Resource LLC., dan Chevron Corp.

Sebagai catatan, Indonesia berhasil menurunkan tarif impor dari AS menjadi 19%, lebih rendah dari tarif sebelumnya yang mencapai 32% sebelum negosiasi dengan AS.

Airlangga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada kontrak jual-beli migas yang ditandatangani antara Indonesia dan AS. Namun, ia menargetkan realisasi pembelian sejumlah komoditas migas tersebut dapat dilakukan pada sisa tahun ini. “Nanti kita akan bahas sesudah perjanjian itu ditandatangani. Ditargetkan seperti itu [realisasi tahun ini],” ujar Airlangga kepada media di acara CEO Insight 2025, Selasa (4/11/2025).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), impor migas Indonesia sepanjang 2024 mencapai US$36,27 miliar. Angka ini terdiri dari pembelian minyak mentah sekitar US$10 miliar dan hasil migas sebesar US$25,92 miliar.

Sementara itu, impor LPG Indonesia sepanjang 2024 mencapai 6,89 juta ton dengan nilai US$3,78 miliar. Dari jumlah tersebut, porsi impor LPG dari AS mencapai 3,94 juta ton dengan nilai US$2,03 miliar. Selain AS, Indonesia juga mengimpor LPG dari Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Arab Saudi, dan Algeria.

Kuota impor minyak mentah Indonesia dari AS relatif kecil dibandingkan dengan realisasi impor sepanjang 2024. Indonesia mengimpor minyak mentah dari AS sekitar US$430,9 juta pada periode tersebut. Sebagian besar impor minyak mentah Indonesia berasal dari Arab Saudi, Angola, Nigeria, dan Australia. Sementara itu, impor BBM kebanyakan berasal dari kilang di Singapura.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat memperkuat hubungan dagang dengan AS dan memastikan pasokan energi yang stabil untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

TAGGED:AS
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Setoran PNBP Minerba Capai Rp114 Triliun, Hampir Penuhi Target 2025
Next Article Harga Minyak Dunia Stabil di Tengah Peningkatan Stok AS dan Sanksi Baru untuk Rusia
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Proyeksi 4,8 Juta Ton CO2 Ekuivalen Masuk Pasar Karbon Indonesia

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengungkapkan bahwa sebanyak 4,8 juta ton karbon dioksida (CO2) ekuivalen berpotensi…

By Redaksi InfoEnergi

RKAB 2026 Tertunda: Penambang Batu Bara Tetap Beroperasi dengan Syarat

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia baru-baru ini mengumumkan bahwa Rencana Kerja dan…

By Redaksi InfoEnergi

Kementerian ESDM Akan Evaluasi Penggunaan Air Tanah oleh Aqua

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah bersiap untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Meningkatkan Ketahanan Energi dengan Panel Surya di Era Modern

By Redaksi InfoEnergi
Emisi

Studi Terbaru Ungkap Keterbatasan Penyimpanan Emisi CO2 di Bawah Tanah

By Redaksi InfoEnergi
Energi TerbarukanWorld

Jalan Listrik Ethiopia-Kenya: Solusi Inovatif untuk Tantangan Energi Terbarukan di Afrika

By Redaksi InfoEnergi
Energi TerbarukanWorld

Kolaborasi Energi China dan EVN dalam Pengembangan Energi Angin Lepas Pantai di Vietnam

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?