Minggu, 22 Mar 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Pemulihan Tambang Grasberg Block Cave: Freeport-McMoRan Percepat Langkah
Energi Terbarukan

Pemulihan Tambang Grasberg Block Cave: Freeport-McMoRan Percepat Langkah

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 19 November 2025 6:52 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Freeport-McMoRan Inc. (FCX) mengumumkan rencana untuk mempercepat pemulihan operasi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) yang sempat terhenti akibat longsor material basah. Induk usaha PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berbasis di Arizona, Amerika Serikat, ini menargetkan tambang GBC dapat beroperasi kembali secara bertahap mulai kuartal II-2026.

Manajemen FCX menyatakan bahwa dua tambang PTFI yang tidak terdampak longsor, yaitu Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ), telah memulai produksi sejak akhir Oktober 2025. “Tim kami berkomitmen untuk memulihkan produksi skala besar dengan biaya rendah di Grasberg secara aman, efisien, dan bertanggung jawab,” ujar Kathleen Quirk, Presiden dan CEO FCX, dalam pernyataan tertulisnya pada Rabu (19/11/2025).

Quirk menambahkan bahwa pelajaran dari insiden longsor telah diintegrasikan ke dalam rencana masa depan perusahaan. “Kami akan terus memprioritaskan keselamatan di atas segalanya saat memulihkan operasi dan bekerja untuk memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan kami,” lanjutnya.

Berdasarkan rencana pemulihan bertahap dan peningkatan produksi, FCX memperkirakan produksi tembaga dan emas PTFI dari kawasan mineral Grasberg pada 2026 akan sebanding dengan volume perkiraan 2025, yaitu sekitar 1,0 miliar pon tembaga dan 0,9 juta ons emas. Produksi diperkirakan akan meningkat sepanjang 2026 dan 2027, dengan rata-rata tahunan sekitar 1,6 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas untuk periode 2027—2029.

Manajemen FCX mengumumkan akan mengadakan sesi konferensi telepon dengan analis sekuritas untuk membahas insiden tersebut, mendiskusikan rencana operasional masa depan, dan memberikan pembaruan tentang bisnis global FCX serta inisiatif berkelanjutan untuk meningkatkan pasokan tembaga guna memenuhi permintaan yang terus meningkat terhadap logam kritis ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menargetkan tambang bawah tanah GBC milik Freeport Indonesia dapat kembali dibuka sekitar Maret hingga April 2026. Bahlil menjelaskan bahwa kementeriannya masih melakukan audit atas longsor yang terjadi di tambang bawah tanah tersebut. “Kita targetkan mungkin bulan 3—4 tahun depan beroperasi. Kita enggak mau sembarangan. Kalau sembarangan orang mati, nanti siapa yang bertanggung jawab lagi? Ini nyawa orang, jadi ini bukan persoalan bisnis [saja],” tegas Bahlil.

Bahlil menegaskan bahwa wilayah tambang lainnya yang tidak terdampak longsor dapat beroperasi kembali. Dua tambang milik Freeport yang tidak terdampak adalah Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan. “Ada bagian yang nggak ada hubungannya dengan longsor underground itu. Itu enggak apa-apa, berjalan. Itu kan ada sekitar 6 kilo atau 7 kilo, itu jalan aja. Namun, yang titik di mana bermasalah, yang bencana itu, tim kita lagi melakukan evaluasi,” jelas Bahlil.

Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa kementeriannya telah mengizinkan pembukaan kembali sebagian tambang PTFI di Grasberg setelah penangguhan produksi akibat insiden longsoran lumpur sejak awal September 2025. Otoritas mineral membuka kembali kegiatan operasi PTFI di area Big Gossan dan DMLZ, bagian dari Grasberg yang tidak terdampak longsoran lumpur.

Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi, mengungkapkan bahwa produksi tembaga perseroan mengalami penurunan sekitar 30% akibat gangguan yang terjadi di Grasberg Block Cave. PTFI memproyeksikan produksi di kompleks tambang Grasberg akan kembali normal pada 2027. “Untuk tahun depan kemungkinan suplai atau produksi kita ya berkurang 30% dari kondisi normalnya ya. Karena mungkin kita ketahui ada insiden wet muck [longsoran lumpur bijih],” kata Jenpino.

Dengan langkah-langkah pemulihan yang sedang dilakukan, Freeport-McMoRan berharap dapat mengembalikan operasi tambang Grasberg ke kapasitas penuh dan memastikan keselamatan serta keberlanjutan operasional di masa depan.

TAGGED:Block Cave
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Harga Minyak Dunia Stabil di Tengah Peningkatan Stok AS dan Sanksi Baru untuk Rusia
Next Article Proyeksi Produksi Tembaga dan Emas Freeport Indonesia pada 2026
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Pertamina Pastikan Kualitas Base Fuel untuk SPBU Swasta Sesuai Standar ESDM

Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, memastikan kualitas base fuel atau bahan bakar minyak…

By Redaksi InfoEnergi

BRMS Bidik Produksi Emas Capai 55.000 Ons Troi di Tahun 2024

JAKARTA. Perusahaan tambang emas milik Bakrie Grup, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), menargetkan produksi…

By Redaksi InfoEnergi

RI Berencana Pangkas Produksi Nikel: Penambang Diprediksi Raup Keuntungan Besar

Pemerintah Indonesia sedang merencanakan untuk memangkas produksi nikel sebagai bagian dari strategi untuk mengelola pasokan…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Penjualan Saham Blok Tuna Natuna: Harbour Lepas Kepemilikan ke Prime Group

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Pemerintah Perkuat Swasembada Pangan dan Energi, INDEF Tegaskan Urgensi untuk Ketahanan Nasional dan Ekonomi

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

PT Pertamina Patra Niaga dan BP-AKR: Kerjasama Strategis dalam Pengadaan BBM Dasaran

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

PGN Pacu Akses Gas Bumi Nasional untuk Masa Depan Berkelanjutan

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?