Sun Energy berkomitmen mendukung dekarbonisasi sektor pertambangan di Indonesia melalui penerapan konsep green mining. Pendekatan ini menekankan pada efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, dan tanggung jawab terhadap lingkungan, menjadikan operasi pertambangan lebih ramah lingkungan.
Sun Energy menawarkan solusi berbasis energi surya yang memungkinkan perusahaan tambang beralih ke operasi yang lebih hijau dan berkelanjutan tanpa mengorbankan keandalan operasional. CEO Sun Energy, E. Jefferson Kuesar, menjelaskan bahwa inisiatif ini mencakup penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipadukan dengan Battery Energy Storage System (BESS), serta sinergi antar unit bisnis dalam ekosistem Sun Group.
Melalui Sun Terra, perusahaan memperkuat teknologi penyimpanan energi. Sun Mobility menghadirkan elektrifikasi armada pertambangan dengan penggunaan electric vehicle (EV), sementara NIRA menyediakan solusi pengelolaan air berkelanjutan. Hingga kini, Sun Energy telah mengimplementasikan solusi energi bersih di lebih dari 15 lokasi tambang di Indonesia, termasuk proyek PLTS terintegrasi dengan Containerized BESS pertama di Indonesia bersama PT Cipta Kridatama, serta proyek Solar PV Roll Up di PT Berau Coal.
“Transisi menuju green mining bukan hanya soal mengganti sumber energi, tetapi membangun fondasi baru bagi industri yang efisien, rendah emisi, dan berketahanan jangka panjang,” ujar Kuesar dalam keterangan resmi, Selasa (18/11/2025). Ia menambahkan bahwa sebagian besar area pertambangan di Indonesia beroperasi secara off-grid dan masih bergantung pada genset diesel sebagai sumber energi utama.
Ketergantungan pada genset diesel membuat konsumsi bahan bakar sangat tinggi, mencapai 25-40 persen dari total biaya operasional. Sun Energy menghadirkan solusi PLTS-BESS terintegrasi yang dirancang khusus untuk wilayah off-grid. Sistem ini tidak hanya memastikan pasokan listrik andal 24 jam, tetapi juga mengurangi konsumsi bahan bakar dan biaya logistik energi secara signifikan.
Inovasi Solar PV Roll Up Sun Energy di area pertambangan milik PT Berau Coal memberikan fleksibilitas tinggi bagi industri tambang yang berpindah-pindah. Sistem ini mudah dibongkar-pasang, dipindahkan antar site, dan sangat efisien untuk tahapan eksplorasi maupun produksi. Dengan demikian, perusahaan tambang dapat menekan biaya bahan bakar, mengurangi jejak emisi, sekaligus menjaga kontinuitas produksi di area terpencil.
Sun Energy juga memperluas solusi dekarbonisasi di sektor transportasi melalui Sun Mobility, penyedia Fleet-as-a-Service (FaaS) yang mengintegrasikan kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian daya di area tambang. Elektrifikasi kendaraan operasional terbukti menurunkan emisi gas buang sekaligus mengurangi biaya perawatan dan konsumsi bahan bakar, menghasilkan efisiensi signifikan di seluruh rantai pasok pertambangan.
“Pada akhir tahun 2025, Sun Mobility dijadwalkan mulai mengoperasikan puluhan armada kendaraan listrik di salah satu perusahaan tambang besar di Indonesia sebagai bagian dari inisiatif green mining,” tambah Kuesar. Sementara itu, melalui NIRA, Sun Energy menghadirkan solusi sustainable water management yang berfokus pada efisiensi dan daur ulang air di area tambang. Di PT Berau Coal, teknologi ini menggunakan sistem pengolahan air ultrafiltration dan reverse osmosis untuk memurnikan dan memanfaatkan kembali air proses, sehingga mengurangi penggunaan air baru dan menjaga keberlanjutan lingkungan di area operasi tambang.
Dengan berbagai inovasi dan komitmen ini, Sun Energy bertekad menjadi katalis transformasi industri tambang Indonesia menuju industri yang lebih hijau dan berkelanjutan.
