PLN Nusantara Renewables dan TOBA telah menandatangani perjanjian penting untuk menjual listrik kepada PLN Batam melalui Jaringan 20 kV GI Panaran. Proyek ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan energi di wilayah Batam, dengan nilai investasi mencapai Rp481 miliar. Proyek ini dikelola oleh usaha patungan bernama PT Nusantara Tembesi Baru Energi (NTBE), yang menjadi motor penggerak utama dalam pelaksanaan proyek ini.
Dalam struktur kepemilikan saham PT Nusantara Tembesi Baru Energi, PLN Nusantara Renewables memegang 51% saham, sementara 49% sisanya dimiliki oleh PT Batam Tirta Surya. Pembagian ini mencerminkan komitmen kedua perusahaan dalam mengembangkan sektor energi yang berkelanjutan dan efisien. Investasi sebesar Rp481 miliar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan ketahanan energi di Batam.
Di sisi lain, Juli, perwakilan dari PLN Nusantara Renewables, menyatakan bahwa pihaknya tengah menunggu perkembangan regulasi terkait ekspor listrik bersih ke Singapura. “Kita menunggu peraturannya dari pemerintah seperti apa, itu pembagian tanggung jawabnya seperti apa karena melewati daerah Indonesia dan Singapura,” ujar Juli. Hal ini menunjukkan kesiapan perusahaan untuk memperluas pasar dan menjalin kerja sama internasional dalam sektor energi.
Juli juga menegaskan bahwa perusahaannya siap untuk mengeksekusi rencana kerja sama jual beli listrik antara Indonesia dan Singapura. “Kami sebagai investor siap saja, kalau memang sudah ada peraturan yang jelas dan return-nya jelas,” tambahnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen PLN Nusantara Renewables dalam mendukung inisiatif pemerintah untuk meningkatkan ekspor energi dan memperkuat posisi Indonesia di pasar energi global.
Kerja sama antara PLN Nusantara Renewables dan TOBA dengan PLN Batam merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan energi di Batam. Dengan investasi yang signifikan dan struktur kepemilikan yang solid, proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dan energi yang berkelanjutan. Sementara itu, kesiapan perusahaan untuk mengeksekusi kerja sama internasional menunjukkan potensi besar Indonesia dalam sektor energi global. Dengan menunggu regulasi yang tepat, proyek ini dapat menjadi model bagi kerja sama energi lintas negara di masa depan.
