Sabtu, 28 Mar 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Tak Berkategori > Bahlil Lahadalia Tanggapi Tudingan Aktivis Lingkungan Terkait Banjir di Sumatra
Tak Berkategori

Bahlil Lahadalia Tanggapi Tudingan Aktivis Lingkungan Terkait Banjir di Sumatra

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 17 Februari 2026 11:03 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, merespons tudingan dari aktivis lingkungan yang menyebut aktivitas tambang dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai penyebab banjir besar di Sumatra. Dalam pernyataannya, Bahlil menegaskan bahwa pihaknya akan memeriksa informasi yang disampaikan oleh para aktivis tersebut. “Nanti kita cek ya,” ujar Bahlil saat menghadiri talkshow Aksi Nyata Untuk Bumi Lestari di Kantor DPP Partai Golkar, Jumat (28/11/2025).

Bahlil juga menekankan bahwa kementeriannya akan mengambil langkah-langkah terukur untuk mendorong praktik pertambangan yang lebih ramah lingkungan. “Saya khususnya di sektor pertambangan akan melakukan tindakan, langkah-langkah yang terukur untuk bagaimana bisa menjaga pengelolaan tambang kita yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Selain itu, Bahlil mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM telah berkoordinasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk mengatasi terputusnya aliran listrik di sejumlah titik yang terdampak banjir. PLN telah mengirimkan sejumlah tower listrik ke wilayah-wilayah yang terkena dampak banjir. “Sebagian tower tiang listrik ini kita kirim pakai Hercules, subuh tadi sebagian sudah masuk,” kata Bahlil.

Ia menambahkan bahwa tower-tower listrik tersebut sudah mulai dipasang, meskipun tim di lapangan masih menghadapi kendala akses akibat jalan yang terputus. “Jadi langkah pertama yang kita lakukan adalah bagaimana percepatan untuk aliran listrik bisa nyala,” ucap Bahlil.

Sebelumnya, Greenpeace Indonesia menyatakan bahwa banjir yang melanda Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat bukanlah sekadar akibat cuaca buruk. Juru Kampanye Greenpeace Indonesia, Rio Rompas, menyebut banjir di Sumatra sebagai bencana iklim atau hidrometeorologi, dengan aktivitas manusia sebagai faktor utama. Rio menjelaskan bahwa bencana ini terjadi karena curah hujan tinggi dan penyalahgunaan lahan hutan. “Karena wilayah-wilayah hutannya sudah rusak atau ekosistemnya sudah rusak, sehingga dia tidak mampu lagi menampung air,” kata Rio pada Bloomberg Technoz, Jumat (28/11/2025).

Rio juga menyoroti topografi Sumatra yang berbeda dengan daerah lain, seperti Kalimantan yang memiliki banyak sungai besar. “Topografi di Sumatra itu sedikit curam, sehingga memang karakter banjirnya memang banjir bandang. Banjir bandang itu kan biasanya kapasitas sungainya juga kecil, tapi cepat mengalirnya,” tuturnya.

Greenpeace juga menyoroti banjir di Sumatra Utara yang erat kaitannya dengan penebangan hutan. Mereka menemukan aktivitas ekstrem di beberapa wilayah, seperti tambang di Batang Toru dan pembangunan PLTA. “Ada tambang-tambang, ada beberapa tambang di hulu misalnya yang di Batang Toru. Itu ada aktivitas tambang di sana. Di sana juga ada aktivitas pembangunan PLTA,” tambah Rio.

Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyatakan bahwa banjir di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah diperparah oleh aktivitas tambang emas, PLTA, dan perkebunan kelapa sawit. “Ribuan kubik kayu hanyut dibawa banjir bandang menghantam pemukiman warga,” tulis Walhi Sumut dalam unggahan di akun Instagramnya. Mereka juga menyoroti pembukaan hutan yang masif di areal harangan Tapanuli, tepatnya di kecamatan Batang Toru Tapanuli Selatan.

Dengan berbagai pandangan dan data yang ada, Kementerian ESDM diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aktivis lingkungan, menjadi penting untuk memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam di Indonesia dapat dilakukan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Kepemilikan Saham Ormas Keagamaan dalam IUP: Ketentuan dan Implikasinya
Next Article Kesepakatan Strategis Mubadala Energy dan PLN EPI untuk Pasokan Gas di Sumatra
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

PGN Jelaskan Penurunan Pasokan Gas ke Industri di Jawa Barat

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengonfirmasi adanya penurunan volume gas yang disalurkan ke sektor…

By Redaksi InfoEnergi

Impor Komoditas China Naik pada Agustus, Dorong Aktivitas Industri

Pada Agustus 2025, China mencatat kenaikan signifikan dalam impor berbagai komoditas utama, termasuk minyak mentah,…

By Redaksi InfoEnergi

Pertamina Jelaskan Alasan Penurunan Harga BBM Diesel dan Pertamax Turbo

PT Pertamina Patra Niaga membeberkan alasan di balik penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Eskalasi Ketegangan di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Gangguan Pasokan Minyak Dunia

By Redaksi InfoEnergi

Venezuela Butuh Investasi Rp 3.000 Triliun untuk Bangkitkan Kembali Industri Minyak Nasional

By Redaksi InfoEnergi

Direktur Operasional Maxim Menyamar Jadi Pengemudi Ojek Online untuk Evaluasi Layanan Lapangan

By Redaksi InfoEnergi

Perminas Resmi Teken Kesepakatan Pengembangan Unsur Tanah Jarang di Gabon

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?