Mubadala Energy dan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) telah mencapai kesepakatan penting terkait jual beli gas dari lapangan gas di Laut Andaman. Kesepakatan ini dituangkan dalam Heads of Agreement (HoA) yang menandai langkah strategis kedua perusahaan dalam memanfaatkan potensi lapangan gas Tangkulo. Terletak sekitar 65 kilometer dari lepas pantai bagian utara Pulau Sumatra, lapangan gas ini memiliki cadangan gas yang mengesankan, lebih dari 2 Trillion Cubic Feet (TCF).
Kesepakatan antara entitas asal Abu Dhabi dan Sub Holding PLN ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga merupakan bagian dari upaya optimalisasi energi bersih gas bumi. Langkah ini menjadi dasar penting untuk memprioritaskan pasokan energi bagi wilayah Sumatra Utara dan Aceh, yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan energi di daerah tersebut.
Dalam catatan, pertumbuhan energi di bidang kelistrikan diproyeksikan mencapai 5,3% per tahun hingga 2034. Angka ini menunjukkan kebutuhan yang mendesak untuk pengembangan infrastruktur dan diversifikasi sumber pasokan energi. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan energi yang terus meningkat.
Rakhmad Dewanto, Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan lapangan gas baru di Indonesia. Ia menyambut baik pengembangan lapangan gas Tangkulo di Blok South Andaman oleh Mubadala Energy. “Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari pengembangan portofolio pasokan gas untuk kelistrikan dalam rangka mendukung ketahanan energi dan transisi energi di Indonesia,” ujarnya.
SKK Migas menunjukkan komitmen kuat untuk menyelesaikan Plan of Development (POD) dalam waktu kurang dari satu bulan, dengan target penyelesaian pada bulan Desember. Setelah itu, SKK Migas akan segera menyampaikan hasilnya kepada Menteri ESDM untuk mendapatkan persetujuan. Penyelesaian POD ini diharapkan dapat meningkatkan Reserve Replacement Ratio (RRR) 2025, yang merupakan salah satu Key Performance Indicator (KPI) SKK Migas, mencapai lebih dari 100% sesuai dengan tugas yang diberikan oleh Komisi Pengawas SKK Migas di bawah pimpinan Menteri ESDM.
Kesepakatan antara Mubadala Energy dan PLN EPI ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masa depan energi di Indonesia. Dengan memanfaatkan potensi gas bumi yang melimpah, Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung transisi menuju energi bersih. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan dapat mendorong investasi dan pengembangan infrastruktur energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
