Senin, 9 Feb 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > ESDM Siap Telusuri Aktivitas Tambang di Sumatera Usai Banjir Bandang, Martabe Jadi Sorotan
Energi Terbarukan

ESDM Siap Telusuri Aktivitas Tambang di Sumatera Usai Banjir Bandang, Martabe Jadi Sorotan

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 4 Desember 2025 8:34 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dikabarkan bersiap meninjau ulang seluruh kegiatan pertambangan yang beroperasi di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh setelah bencana banjir bandang melanda kawasan tersebut.

Juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa fokus utama kementerian saat ini adalah memulihkan pasokan energi di wilayah terdampak. Setelah tahap tersebut selesai, tidak menutup kemungkinan dilakukan evaluasi terhadap aktivitas pertambangan di tiga provinsi itu. Ia menegaskan bahwa Bahlil tidak ragu mencabut izin usaha pertambangan (IUP) apabila ditemukan pelanggaran.

“Jadi ya siap-siap lah itu yang berdampak segala macam terhadap lingkungan akan dievaluasi untuk tambang dan lain-lainnya. Namun, yang jelas, kunjungan Pak Menteri akan fokus untuk rehabilitasi infrastruktur suplai energi,” ujar Anggia, dikutip Selasa (2/12/2025).

Ia menambahkan bahwa kementerian akan menindak perusahaan yang tidak menerapkan good mining practices (GMP) atau tidak menjalankan kaidah pertambangan yang bertanggung jawab. “Karena kan kita lihat ini, khususnya untuk tambang-tambang yang tidak melakukan good mining practices yang memang rusak terhadap ekosistem dan lingkungan,” kata Anggia.

Salah satu operasi tambang yang tengah menuai sorotan adalah tambang emas Martabe. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menepis tudingan aktivis lingkungan yang mengaitkan kegiatan tambang Martabe dengan semakin parahnya banjir bandang di Sumatera Utara. Sejalan dengan pernyataan manajemen PT Agincourt Resources (PTAR), Yuliot menegaskan bahwa jarak wilayah operasi Martabe jauh dari lokasi bencana.

“Enggak, katanya wilayah kerjanya jauh,” ucapnya saat ditanya mengenai dugaan hubungan tambang dengan banjir di Sumut.

Pihak PTAR juga menolak anggapan bahwa aktivitas tambang mereka memperburuk kondisi banjir. Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menjalankan prosedur mitigasi banjir, menjaga konservasi hutan, serta mematuhi regulasi lingkungan. Ia menambahkan bahwa wilayah banjir di Desa Garoga berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga, sementara tambang beroperasi di DAS Aek Pahu.

“Pemantauan kami juga tidak menemukan material kayu di DAS Aek Pahu yang dapat dikaitkan dengan temuan di wilayah banjir,” ujar Katarina.

Menurut pemantauan internal perusahaan, bencana banjir dan longsor yang menerjang Sumatra Utara dipicu cuaca ekstrem akibat siklon tropis Senyar.

Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) Sumatera Utara mencatat bahwa banjir bandang dan tanah longsor berdampak pada delapan kabupaten/kota, dengan Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah menjadi wilayah terparah. Walhi menilai bencana tersebut paling besar terjadi di kawasan ekosistem Harangan Tapanuli atau Ekosistem Batang Toru—salah satu bentang hutan tropis esensial terakhir di wilayah tersebut.

Berdasarkan citra satelit 2025, Walhi menemukan pembukaan hutan secara masif di Harangan Tapanuli, terutama di Batang Toru, Tapanuli Selatan. Area ini dikenal memiliki nilai konservasi tinggi dan berfungsi sebagai pelindung alami saat curah hujan meningkat. Mereka juga mencatat keberadaan lahan gundul yang muncul pada 2025 di Tapanuli Tengah, tidak jauh dari aktivitas penambangan emas.

Kementerian ESDM membuka kemungkinan untuk mengevaluasi bahkan mencabut izin tambang di Sumatera apabila ditemukan pelanggaran, menyusul bencana banjir bandang yang terjadi di beberapa wilayah. Sementara tambang emas Martabe membantah keterlibatan mereka dalam memperparah bencana, Walhi menilai kerusakan hutan di ekosistem Batang Toru menjadi faktor penting yang memperberat dampak banjir dan longsor di Sumatera Utara.

TAGGED:ESDM
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Harga Minyak Menguat di Tengah Ketidakpastian Geopolitik AS–Venezuela dan Gangguan Ekspor di Laut Hitam
Next Article Walhi Sumut Soroti Tambang Martabe: Pembukaan Lahan Ratusan Hektare Dinilai Perparah Banjir
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Dampak Sanksi AS Terhadap Rosneft: Risiko bagi Indonesia Jika Membeli Minyak Rusia

Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi terhadap Rosneft, perusahaan energi besar asal Rusia, sebagai bagian dari…

By Redaksi InfoEnergi

ESDM Pangkas Kuota Ekspor Gas: Fokus Alihkan ke Pasar Domestik

Jakarta, 25 Desember 2025 - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan rencana untuk…

By Redaksi InfoEnergi

Prabowo Soroti Logam Tanah Jarang sebagai Aset Strategis Indonesia

Indonesia ternyata dikaruniai harta karun langka berupa logam tanah jarang. Komoditas mineral kritis ini bahkan…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Pakar Pertamina: Tantangan Penjualan BBM ke Swasta Tanpa Keuntungan

By Redaksi InfoEnergi
Energi TerbarukanWorld

JDR Cables: Memperkuat Posisi di Sektor Energi Terbarukan dengan Dukungan Keuangan UKEF

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Pertamina Pastikan Kedatangan BBM Impor untuk SPBU Shell dan Lainnya Hari Ini

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Kompensasi Energi Dibayar Bulanan: Kebijakan Baru Menkeu Purbaya

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?