Jumat, 23 Jan 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Lonjakan Pembangunan Pabrik Petrokimia di China: Ancaman bagi Produsen Global
Energi Terbarukan

Lonjakan Pembangunan Pabrik Petrokimia di China: Ancaman bagi Produsen Global

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 5 Desember 2025 3:23 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Dalam satu dekade terakhir, China telah membangun tujuh kawasan petrokimia raksasa, menjadikannya produsen etilena dan polietilena terbesar di dunia, melampaui Amerika Serikat. Bahan baku ini sangat penting untuk produksi plastik, karet, dan serat. Namun, lonjakan kapasitas ini menimbulkan kekhawatiran akan surplus global yang dapat menekan produsen lain yang sudah bergulat dengan kelebihan pasokan.

Beijing berupaya meningkatkan swasembada dalam sektor petrokimia. Namun, peningkatan kapasitas yang signifikan justru menciptakan surplus global. Menurut konsultan JLC, produksi polietilena China diperkirakan meningkat 18% tahun ini, jauh melampaui kenaikan permintaan domestik yang hanya 10%. Hal ini diperkirakan akan menurunkan impor sekitar 13%.

Sebagai konsumen plastik terbesar di dunia, China mengimpor hampir 15 juta ton polietilena tahun lalu, lebih besar dari total permintaan Eropa. Dengan meningkatnya produksi domestik, kebutuhan impor berkurang, memaksa produsen di luar China untuk mencari pasar baru atau menutup kilang yang berorientasi ekspor.

Analis JLC, Liu Bowen, menyatakan bahwa pabrik-pabrik baru di China memicu “ketidakseimbangan struktural” di pasar kimia. Kapasitas polietilena China diproyeksikan naik lagi 16% tahun depan, meskipun kelebihan pasokan dan margin tipis dapat menunda sebagian investasi tersebut.

Ekspansi kapasitas ini telah menekan harga. Kontrak berjangka polietilena paling aktif di Bursa Komoditas Dalian turun 13% sepanjang tahun ini. Raksasa minyak negara Sinopec, produsen etilena berbasis minyak terbesar di China, membukukan kerugian besar di bisnis kimianya tahun ini.

Kelebihan kapasitas menjadi isu umum di berbagai sektor ekonomi China, mulai dari baja hingga panel surya. Hal ini memicu lonjakan ekspor yang menimbulkan ketegangan dengan mitra dagang utama. Meski begitu, Beijing berjanji akan merombak sektor petrokimia dan penyulingan minyak untuk menutup fasilitas kecil dan menghapus operasi yang sudah usang.

Pengiriman polietilena ke Vietnam, pasar ekspor utama China, melonjak 88% dalam periode Januari–Oktober, menurut JLC yang mengutip data bea cukai. Ekspor ke Filipina, Bangladesh, Arab Saudi, dan sejumlah negara di Afrika juga meningkat.

Lonjakan kapasitas China menambah tekanan bagi produsen petrokimia di Eropa, yang menghadapi lonjakan biaya energi pascainvasi Rusia ke Ukraina hingga memaksa penutupan jutaan ton kapasitas. Analis BloombergNEF, Philip Geurts, menyatakan bahwa pertumbuhan produksi domestik China dapat menjadi pukulan terakhir bagi banyak produsen Eropa berbiaya tinggi yang sudah terseok-seok di pasar dengan kelebihan pasokan.

Peningkatan kapasitas petrokimia di China menimbulkan tantangan besar bagi produsen global. Dengan surplus yang terus meningkat, produsen di luar China harus beradaptasi dengan mencari pasar baru atau menghadapi risiko penutupan. Kebijakan pemerintah China dan dinamika pasar global akan menjadi faktor penentu dalam mengatasi tantangan ini.

TAGGED:China
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Permintaan Minyak di China Diprediksi Melemah Hingga Pertengahan Tahun Depan
Next Article Produksi Batu Bara Indonesia Capai 661,18 Juta Ton: Evaluasi Target dan DMO 2026
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Survei Celios: Budi Arie Setiadi dan Bahlil Lahadalia Masuk Daftar Menteri dengan Kinerja Terburuk

JAKARTA - Dalam survei terkini yang digelar oleh Center of Economic and Law Studies (Celios),…

By Redaksi InfoEnergi

Indonesia Bersiap Memborong 50 Pesawat Boeing untuk Menghindari Tarif Trump

Indonesia kini tengah merancang strategi jitu guna menghindari dampak dari tarif yang diterapkan oleh pemerintahan…

By Redaksi InfoEnergi

Pinjaman Hijau EIB untuk Energi Terbarukan di Eropa: Langkah Besar Menuju Masa Depan Berkelanjutan

Bank Investasi Eropa (EIB) telah mengumumkan pemberian pinjaman hijau sebesar €243 juta kepada operator energi…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Dilema Indonesia dalam Pengembangan Energi Baru Terbarukan Pasca Keluar AS dari Paris Agreement

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Reliance India Hentikan Penggunaan Minyak Rusia di Beberapa Kilang

By Redaksi InfoEnergi
Energi TerbarukanWorld

Proyek Energi Terbarukan Australia: Tambahan 6.4 GW untuk Pasar Listrik Nasional

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Kenaikan Impor Migas Oktober 2025: Dampak dan Dinamika Pasar Domestik

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?