Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) mencapai Rp117,26 triliun sepanjang Januari hingga November 2025. Direktur Penerimaan Mineral dan Batu Bara, Totoh Abdul Fatah, mengungkapkan bahwa pada awal Desember, setoran PNBP dari sektor ini telah mencapai Rp120 triliun, atau 96% dari target Rp124,5 triliun untuk tahun berjalan.
Totoh Abdul Fatah menyatakan optimisme bahwa setoran PNBP dari sektor minerba akan melebihi target yang ditetapkan untuk tahun 2025. “Sekarang sudah mencapai Rp120 triliun, sudah 96%. Artinya, kalau kami lihat rata-rata per bulan itu antara Rp10—Rp11 triliun. Ini kan tinggal Rp4 triliun lagi, masih tercapai lah,” ujarnya saat ditemui media di Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025).
Dalam paparannya, Totoh menjelaskan bahwa PNBP dari batu bara per November 2025 mencapai Rp81,3 triliun, atau setara 69,41% dari total setoran PNBP. Sektor nikel menyumbang Rp16,65 triliun atau 14,2% dari total setoran, sementara komoditas emas menyumbang Rp8,22 triliun atau 7,01%. Tembaga menyumbang Rp7,61 triliun atau 6,50%, dan komoditas timah menyumbang Rp1,75 triliun atau 1,49%.
Komoditas bauksit menyumbang Rp743,717 miliar atau sekitar 0,63%, perak menyumbang Rp156,2 miliar atau sekitar 0,13%, dan komoditas lainnya menyumbang Rp95,5 miliar atau 0,08%. Selain itu, Rp632,814 miliar berasal dari iuran tetap.
Totoh menegaskan bahwa batu bara merupakan penyumbang terbesar dalam PNBP subsektor minerba, dengan kontribusi mencapai 69%. “Jadi batu bara itu memang salah satu penyumbang PNBP terbesar di subsektor minerba. Disusul dengan nikel Rp16 triliun, kemudian juga emas, kemudian juga tembaga dan sisanya lainnya,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa setoran PNBP pada awal November telah mencapai 85% dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Dalam APBN 2025, pemerintah menargetkan setoran PNBP dari sektor tambang, termasuk minyak dan gas (migas), mencapai Rp254,83 triliun.
“Sebentar lagi kan Desember mau selesai. Bagaimana PNBP kita, PNBP kita sudah 85% dari target yang diberikan dalam APBN,” kata Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, akhir November.
Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, melaporkan bahwa setoran PNBP sektor minerba mencapai Rp144 triliun per 15 November 2025. Realisasi setoran ini mengambil porsi 92% dari target PNBP Minerba yang dipatok sebesar Rp124,5 triliun. Tri menambahkan bahwa target PNBP sepanjang tahun ini sebesar Rp124,5 triliun dapat tercapai. “PNBP sudah 92% [dari target], sudah Rp114 triliun untuk Minerba,” kata Tri di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Dengan pencapaian yang hampir mencapai target, sektor minerba menunjukkan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara bukan pajak. Optimisme untuk melebihi target yang ditetapkan semakin menguat, terutama dengan dominasi batu bara sebagai penyumbang utama. Pemerintah diharapkan dapat terus memantau dan mengelola sektor ini dengan baik untuk memastikan keberlanjutan penerimaan negara.
