Kamis, 5 Feb 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Harga Tembaga Pecah Rekor: Tembus US$12.000 per Ton
Energi Terbarukan

Harga Tembaga Pecah Rekor: Tembus US$12.000 per Ton

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 26 Desember 2025 1:17 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Jakarta, 25 Desember 2025 – Harga tembaga di pasar global mencatatkan rekor baru dengan menembus angka US$12.000 per ton. Peningkatan harga ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk permintaan yang tinggi dari sektor industri dan gangguan pasokan di beberapa negara produsen utama. Lonjakan harga ini menandai titik penting dalam dinamika pasar komoditas global dan menimbulkan berbagai implikasi bagi industri dan ekonomi dunia.

Permintaan yang meningkat dari sektor industri, terutama di negara-negara berkembang, menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga tembaga. Tembaga merupakan bahan baku penting dalam berbagai industri, termasuk elektronik, konstruksi, dan energi terbarukan. “Permintaan yang kuat dari sektor-sektor ini telah mendorong harga tembaga ke level tertinggi dalam sejarah,” ujar seorang analis pasar komoditas.

Selain itu, gangguan pasokan di beberapa negara produsen utama, seperti Chile dan Peru, turut berkontribusi terhadap kenaikan harga. Kondisi cuaca ekstrem dan masalah tenaga kerja menjadi tantangan bagi produksi tembaga di negara-negara tersebut. “Gangguan pasokan ini menambah tekanan pada pasar dan mendorong harga naik,” tambah analis tersebut.

Kenaikan harga tembaga memiliki dampak signifikan terhadap berbagai industri yang bergantung pada komoditas ini. Industri elektronik, misalnya, menghadapi peningkatan biaya produksi akibat harga bahan baku yang lebih tinggi. Hal ini dapat mempengaruhi harga produk akhir dan daya saing di pasar global.

Industri konstruksi juga merasakan dampak dari kenaikan harga tembaga, mengingat tembaga digunakan secara luas dalam instalasi listrik dan pipa. “Kenaikan harga tembaga dapat meningkatkan biaya proyek konstruksi dan mempengaruhi margin keuntungan,” kata seorang eksekutif di industri konstruksi.

Lonjakan harga tembaga juga memiliki implikasi yang lebih luas terhadap ekonomi global. Sebagai salah satu komoditas utama, perubahan harga tembaga dapat mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. Negara-negara yang bergantung pada impor tembaga mungkin menghadapi tekanan inflasi yang lebih tinggi, sementara negara-negara produsen dapat menikmati peningkatan pendapatan dari ekspor.

Namun, kenaikan harga tembaga juga menimbulkan tantangan bagi kebijakan moneter di banyak negara. Bank sentral mungkin perlu menyesuaikan kebijakan suku bunga untuk mengatasi tekanan inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga komoditas. “Kenaikan harga tembaga dapat mempengaruhi kebijakan ekonomi di banyak negara,” ujar seorang ekonom.

Meskipun harga tembaga saat ini berada pada level tertinggi, prospek masa depan tetap tidak pasti. Fluktuasi harga komoditas sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global, kebijakan perdagangan, dan perkembangan teknologi. “Pasar tembaga sangat dinamis, dan harga dapat berubah dengan cepat tergantung pada kondisi pasar,” kata seorang pakar industri.

Untuk menghadapi ketidakpastian ini, industri perlu mengembangkan strategi yang adaptif dan inovatif. Diversifikasi sumber pasokan dan peningkatan efisiensi produksi dapat membantu mengurangi dampak dari fluktuasi harga tembaga. “Industri harus siap menghadapi perubahan dan mencari cara untuk tetap kompetitif di pasar global,” tambah pakar tersebut.

Harga tembaga yang mencapai rekor US$12.000 per ton mencerminkan dinamika pasar komoditas global yang kompleks. Kenaikan harga ini dipicu oleh permintaan yang kuat dan gangguan pasokan, serta memiliki dampak signifikan terhadap industri dan ekonomi dunia. Meskipun menghadapi tantangan, industri dan pemerintah perlu bekerja sama untuk mengatasi implikasi dari lonjakan harga ini dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

TAGGED:Tembaga
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Risiko Sistemik Pemangkasan Produksi Nikel 2026: Perhapi Ungkap Dampaknya
Next Article BP Dekati Kesepakatan Jual Saham Castrol ke Stonepeak
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Sinergi Sun Energy dan UI untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa dalam Pekerjaan Hijau Energi

Sun Energy, perusahaan pionir dalam ranah energi terbarukan, telah merajut aliansi strategis dengan Universitas Indonesia…

By Redaksi InfoEnergi

Harga Tembaga Melonjak Setelah Codelco Naikkan Premi Tahunan

Harga tembaga kembali menunjukkan tren kenaikan setelah Codelco, perusahaan tambang tembaga terbesar di dunia yang…

By Redaksi InfoEnergi

Produk Baja Ramah Lingkungan Diluncurkan GRP demi Masa Depan Berkelanjutan

GRP, sebuah entitas terkemuka dalam ranah industri baja, baru-baru ini memperkenalkan produk baja berkelanjutan yang…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Perkuat Sinergi Antarnegara, Kemensetneg Kolaborasi dengan PGE Area Kamojang Tampilkan Praktik Terbaik Panas Bumi kepada Delegasi Kenya

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Fokus KTT AS-China dan OPEC: Harga Minyak Dunia Turun Tipis

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Ketahanan Stok LPG dan BBM Menjelang Libur Panjang Nataru 2026

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Harga Batu Bara Anjlok ke Titik Terendah dalam Sebulan

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?