PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mengungkapkan bahwa ketahanan stok gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) ukuran 3 Kg mencapai 13 hari menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Sementara itu, ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) bervariasi antara 13 hingga 22 hari. Berdasarkan data per 25 November 2025, ketahanan stok Pertalite sekitar 17 hari, Pertamax 22 hari, Pertamax Turbo 13 hari, Pertamina Dex 15 hari, Solar 14 hari, dan avtur 25 hari.
Corporate Secretary PPN, Roberth MV Dumatubun, dalam taklimat media di Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025), menyatakan bahwa pihaknya berupaya memenuhi kebutuhan dari sisi ketahanan stok agar ketersediaan dalam hitungan harian dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Roberth memproyeksikan konsumsi LPG akan meningkat sekitar 3,3% pada momen Nataru dibandingkan dengan momen normal, sementara avtur diprediksi meningkat 2,4% dibandingkan periode normal.
Produk BBM atau gasoline seperti Pertamax, Pertalite, hingga Pertamax Turbo diprediksi mengalami peningkatan konsumsi sebesar 6,2% dibandingkan periode normal. Di sisi lain, produk Solar atau gas oil diperkirakan mengalami penurunan konsumsi sekitar 2,8%. “Hal ini karena biasanya kendaraan-kendaraan truk ataupun operasional yang kemudian selain sembako dan kepentingan umum itu biasanya dibatasi untuk tidak beroperasi,” jelas Roberth.
Dalam kesempatan yang sama, Pjs Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Milla Suciyani, menyatakan bahwa stok minyak mentah atau crude oil di kilang Pertamina dapat bertahan selama 15 hari. Pada November 2025, KPI berencana memproduksi solar sebesar 10,7 juta barel, sementara bensin sebesar 8 juta barel, dan avtur sekitar 2,2 juta barel.
Milla menambahkan bahwa pada Desember ini, terdapat peningkatan produksi untuk jenis gas oil atau diesel sekitar 11,5 juta barel. Sementara itu, produksi gasoline dan avtur diperkirakan tetap berada di angka yang relatif sama. “Kilang Pertamina Internasional berkomitmen untuk menjaga tidak hanya produksi, tapi juga kualitas olahan kilang agar sesuai dengan spek yang sesuai dengan ketentuan,” lanjut Milla.
Dengan langkah-langkah ini, Pertamina berupaya memastikan ketersediaan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode libur panjang Natal dan Tahun Baru, serta menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
