Jakarta, 25 Desember 2025 – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim bahwa pemulihan jaringan listrik di wilayah Aceh dan Sumatra telah mencapai 98,46%. Pencapaian ini merupakan hasil dari upaya intensif yang dilakukan untuk memulihkan pasokan listrik setelah terjadinya gangguan yang meluas. Pemulihan ini diharapkan dapat mengembalikan stabilitas dan mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Gangguan listrik yang melanda Aceh dan Sumatra disebabkan oleh cuaca ekstrem yang mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur jaringan listrik. Badai dan hujan lebat telah merusak tiang dan kabel listrik, sehingga menyebabkan pemadaman di berbagai daerah. “Cuaca ekstrem menjadi tantangan utama dalam menjaga keandalan pasokan listrik,” ujar seorang pejabat ESDM.
Untuk mengatasi gangguan ini, ESDM bekerja sama dengan PLN dan pihak terkait lainnya untuk mempercepat proses pemulihan. Tim teknis dikerahkan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan memastikan pasokan listrik dapat kembali normal. “Kami berkomitmen untuk memulihkan pasokan listrik secepat mungkin demi kenyamanan masyarakat,” tambah pejabat tersebut.
Pemulihan pasokan listrik di Aceh dan Sumatra memiliki dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dan perekonomian setempat. Dengan kembalinya pasokan listrik, aktivitas sehari-hari masyarakat dapat berjalan normal, termasuk kegiatan pendidikan, kesehatan, dan bisnis. “Pemulihan listrik sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” kata seorang ekonom lokal.
Selain itu, pemulihan ini juga memberikan kepercayaan kepada investor dan pelaku usaha di wilayah tersebut. Stabilitas pasokan listrik merupakan faktor penting dalam menarik investasi dan mendukung pengembangan industri. “Ketersediaan listrik yang andal akan meningkatkan daya saing wilayah ini,” ujar seorang pengusaha lokal.
Meskipun pemulihan telah mencapai 98,46%, masih ada tantangan yang harus dihadapi untuk memastikan keandalan pasokan listrik di masa depan. ESDM menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur dan penguatan sistem jaringan untuk mengantisipasi gangguan di masa mendatang. “Kami perlu berinvestasi dalam infrastruktur yang lebih kuat dan tahan terhadap cuaca ekstrem,” kata seorang pejabat ESDM.
Selain itu, ESDM juga berencana untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik dan diversifikasi sumber energi. Penggunaan energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional dan meningkatkan ketahanan energi. “Diversifikasi sumber energi adalah kunci untuk memastikan pasokan listrik yang berkelanjutan,” tambah pejabat tersebut.
Pemulihan jaringan listrik di Aceh dan Sumatra yang mencapai 98,46% merupakan pencapaian penting dalam upaya mengembalikan stabilitas pasokan listrik di wilayah tersebut. Meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi, langkah-langkah yang diambil oleh ESDM dan pihak terkait diharapkan dapat memastikan keandalan pasokan listrik di masa depan. Dengan dukungan infrastruktur yang kuat dan diversifikasi sumber energi, diharapkan wilayah ini dapat terus berkembang dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
