Ikatan Ahli Mineral Indonesia (IMA) mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempercepat proses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Desakan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa penundaan RKAB dapat mengganggu kinerja operasional dan keuangan perusahaan tambang di Indonesia.
RKAB merupakan dokumen penting yang menjadi panduan bagi perusahaan tambang dalam menjalankan operasional dan mengelola anggaran mereka. Penundaan persetujuan RKAB dapat menyebabkan ketidakpastian yang berdampak negatif pada perencanaan dan pelaksanaan kegiatan tambang. Oleh karena itu, percepatan persetujuan RKAB menjadi krusial untuk menjaga stabilitas dan kinerja industri tambang.
Penundaan RKAB 2026 berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan tambang. Ketidakpastian yang diakibatkan oleh penundaan ini dapat menghambat investasi dan ekspansi, serta mempengaruhi target produksi. Selain itu, penundaan ini juga dapat berdampak pada setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor tambang, yang merupakan salah satu sumber pendapatan penting bagi negara.
Pelaku industri tambang menyatakan kekhawatiran mereka terhadap penundaan RKAB ini. Mereka menekankan pentingnya percepatan proses persetujuan agar operasional perusahaan tidak terganggu. Beberapa perusahaan bahkan mempertimbangkan untuk menunda investasi baru hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai RKAB. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya dokumen ini bagi keberlangsungan bisnis tambang.
Untuk mengatasi penundaan RKAB 2026, pemerintah diharapkan dapat memperbaiki proses evaluasi dan persetujuan agar lebih efisien. Diperlukan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan pelaku industri untuk memastikan bahwa regulasi yang ada tidak menghambat operasional perusahaan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kinerja industri tambang dapat tetap terjaga dan setoran PNBP tidak terganggu.
Desakan IMA kepada ESDM untuk mempercepat persetujuan RKAB 2026 mencerminkan kekhawatiran yang mendalam dari pelaku industri tambang terhadap dampak penundaan ini. Dengan langkah-langkah yang tepat dari pemerintah dan kerjasama yang baik dengan pelaku industri, diharapkan dampak negatif dari penundaan ini dapat diminimalkan. Penting bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam mengatasi tantangan ini demi menjaga stabilitas dan kinerja industri tambang di Indonesia.
