Kamis, 11 Des 2025
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > India Kurangi Pembelian Minyak Rusia: Dampak Sanksi Barat dan Negosiasi Dagang dengan AS
Energi Terbarukan

India Kurangi Pembelian Minyak Rusia: Dampak Sanksi Barat dan Negosiasi Dagang dengan AS

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 13 November 2025 7:34 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

India, sebagai importir minyak terbesar ketiga di dunia, telah mengurangi pembelian minyak mentah dari Rusia untuk pengiriman Desember. Langkah ini mencerminkan dampak signifikan dari sanksi Barat dan negosiasi dagang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat. Lima perusahaan kilang besar di India belum mengajukan pesanan minyak Rusia untuk bulan depan, menurut sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena sensitivitas perdagangan.

Biasanya, transaksi pembelian minyak mentah untuk bulan berikutnya disepakati paling lambat tanggal 10 pada bulan berjalan. Namun, perubahan pola pembelian ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menggandakan tarif atas seluruh impor India menjadi 50% pada Agustus lalu, serta menjatuhkan sanksi terhadap dua produsen minyak terbesar Rusia, Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC bulan lalu. Selama beberapa tahun terakhir, India bergantung pada minyak mentah Rusia yang dijual dengan harga diskon besar, dan sempat menghadapi tudingan dari AS bahwa negara itu turut membantu mendanai perang Kremlin di Ukraina.

Lima kilang besar di India, yaitu Reliance Industries Ltd., Bharat Petroleum Corp. Ltd., Hindustan Petroleum Corp. Ltd., Mangalore Refinery and Petrochemicals Ltd., dan HPCL-Mittal Energy Ltd., menyumbang sekitar dua pertiga dari total impor minyak Rusia sepanjang tahun ini, berdasarkan data Kpler. Sikap hati-hati para kilang ini sebagian didorong oleh negosiasi dagang yang tengah berlangsung antara New Delhi dan Washington. Trump pada Senin lalu mengatakan kedua negara sudah makin dekat mencapai kesepakatan. Sebagai bagian dari pembicaraan itu, India berkomitmen untuk membeli lebih banyak minyak mentah dari AS, ujar sumber tersebut.

Hanya dua perusahaan, Indian Oil Corp. (IOC) dan Nayara Energy Ltd., yang masih membeli minyak Rusia untuk pengiriman Desember. IOC membeli dari pemasok yang tidak terkena sanksi, sementara Nayara, yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Rosneft, masih sepenuhnya bergantung pada pasokan dari Rusia. Di pasar spot, para pedagang menawarkan kargo minyak Rusia dari pemasok non-sanksi dengan diskon US$3–US$4 per barel, kata sumber tersebut. Namun, pembeli India enggan melakukan transaksi karena proses uji tuntas atau due diligence yang panjang dan rumit untuk memastikan tidak ada entitas yang terkena sanksi terlibat dalam rantai pasok.

Tahun ini, sekitar 36% dari total impor minyak mentah India berasal dari Rusia. Namun, mencari alternatif diperkirakan akan lebih mudah karena potensi kelebihan pasokan minyak secara global. IOC berupaya membeli hingga 24 juta barel dari kawasan Amerika untuk pengiriman Januari–Maret, sementara Hindustan Petroleum baru-baru ini mengambil 4 juta barel dari Amerika Serikat dan Timur Tengah untuk kedatangan Januari. Kilang-kilang juga mulai kembali menjalin komunikasi dengan pemasok tradisional di Teluk Persia untuk menutupi kekurangan pasokan dari Rusia. Kilang milik negara dilaporkan bertemu dengan eksekutif Saudi Aramco dan Abu Dhabi National Oil Co. di sela konferensi industri di Abu Dhabi pekan lalu dan telah memperoleh jaminan pasokan, menurut sumber yang mengetahui pertemuan tersebut.

Dengan langkah-langkah strategis ini, India berupaya menyesuaikan diri dengan dinamika pasar minyak global yang terus berubah, sambil menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri. Keputusan dan hasil negosiasi yang sedang berlangsung akan menjadi penentu arah kebijakan energi India di masa mendatang.

TAGGED:india
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Pertamina Siap Gantikan Harbour Energy di Blok Tuna Bersama Zarubezhneft
Next Article Proyek Strategis Nasional Asap Kido Merah Blok Kasuri Ditunda hingga 2027
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Studi Ungkap Pajak Karbon Sering Didorong Motif Finansial, Bukan Iklim

Pajak karbon selama ini dipandang sebagai salah satu instrumen kebijakan paling efektif untuk mengurangi emisi…

By Redaksi InfoEnergi

Potensi Defisit Tembaga Dunia 2028: Peluang Besar bagi Indonesia

Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Rachmat Makkasau, memproyeksikan adanya potensi defisit pasokan…

By Redaksi InfoEnergi

Pertamina NRE Catat Pencapaian 2.842 MW Energi Terbarukan pada Semester I 2025

Pertamina New and Renewable Energy (NRE), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang fokus pada energi…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

ASDP Dorong Transportasi Ferry Inklusif dan Berkelanjutan Lewat Strategi Hijau

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Danantara Tingkatkan Komitmen dalam Hilirisasi Energi: Peluang Kolaborasi yang Menjanjikan

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Optimisme Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) untuk Kinerja Lebih Baik di 2025

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

 Taiwan Pertimbangkan Aktifkan Kembali PLTN Maanshan pada 2028, Bergantung pada Hasil Pemeriksaan Keamanan

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?