Sabtu, 14 Mar 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Perlambatan Industri Tambang: Dampak Penangguhan Operasi Freeport dan Koreksi Ekspor Batu Bara
Energi Terbarukan

Perlambatan Industri Tambang: Dampak Penangguhan Operasi Freeport dan Koreksi Ekspor Batu Bara

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 7 November 2025 7:24 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa sektor pertambangan mengalami perlambatan signifikan pada kuartal III-2025. Hal ini terutama disebabkan oleh koreksi ekspor batu bara dan penangguhan operasi PT Freeport Indonesia (PTFI) di tambang Grasberg. Menurut data BPS, pertumbuhan industri pertambangan terkoreksi sebesar 1,98% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 8,51%.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, menjelaskan bahwa kondisi kahar yang dialami Freeport menyebabkan penurunan produksi. “Freeport kemarin ada kondisi kahar yang menyebabkan penurunan produksi,” ujarnya dalam rilis pertumbuhan ekonomi secara daring, Rabu (5/11/2025).

Operasi tambang PTFI di Grasberg mengalami penangguhan sejak September 2025, yang berdampak pada kinerja ekspor bijih logam yang turun 3,19%. Penangguhan ini juga mempengaruhi pasokan tembaga ke smelter katoda tembaga di Gresik, Jawa Timur, yang hingga kini masih terhenti. VP Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, menyatakan bahwa perusahaan tengah melakukan perawatan dan evaluasi untuk memastikan keselamatan dan kesiapan tambang sebelum kembali beroperasi.

Katri menambahkan bahwa insiden longsoran material basah di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave memaksa PTFI untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan operasional di tambang tersebut. “Sejak terjadinya insiden luncuran material basah di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, hingga saat ini PT Freeport Indonesia masih menghentikan sementara seluruh kegiatan operasional di tambang bawah tanah,” jelasnya.

Selain penangguhan operasi Freeport, sektor tambang batu bara juga mengalami koreksi signifikan sebesar 7,29% pada kuartal III-2025. Edy Mahmud menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh melemahnya permintaan batu bara di pasar ekspor sejak awal tahun. “Karena penurunan permintaan di pasar global, jadi batu bara kalau kita lihat data ekspor juga kontraksi,” tuturnya.

Kinerja ekspor batu bara sepanjang Januari-September 2025 mencatat penurunan 20,85% ke level US$17,94 miliar atau sekitar Rp298,79 triliun, jauh di bawah capaian tahun sebelumnya yang mencapai US$22,67 miliar.

Meskipun sektor pertambangan mengalami penurunan, BPS melaporkan bahwa industri logam dasar dalam sektor pengolahan tumbuh signifikan secara tahunan. Pertumbuhan ini mencapai 18,62%, sejalan dengan peningkatan permintaan luar negeri untuk produk logam dasar, khususnya besi dan baja. “Sejalan dengan peningkatan permintaan luar negeri untuk produk logam dasar, khususnya besi dan baja,” kata Edy.

PTFI memperkirakan bahwa tambang Big Gossan dan Deep MLZ yang tidak terdampak dapat kembali beroperasi pada pertengahan kuartal IV 2025, sementara pengembalian operasi bertahap tambang GBC dijadwalkan pada paruh pertama 2026. Namun, penjualan tembaga dan emas PTFI diperkirakan akan terbatas pada kuartal IV-2025, jauh di bawah estimasi sebelumnya.

Pembukaan kembali kegiatan operasi GBC akan dimulai di tiga blok produksi, yaitu PB2 pada paruh pertama 2026, disusul PB3 dan PB1S pada paruh kedua 2026, dan PB1C menyusul pada 2027.

Perlambatan industri tambang yang disebabkan oleh penangguhan operasi Freeport dan koreksi ekspor batu bara menimbulkan tantangan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, pertumbuhan signifikan industri logam dasar menunjukkan adanya peluang yang dapat dimanfaatkan. Dukungan kebijakan yang tepat dan upaya pemulihan operasi tambang diharapkan dapat membantu mengatasi tantangan ini dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil di masa depan.

TAGGED:Tambang
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Kementerian ESDM Kembalikan 9 Izin Usaha Pertambangan: Langkah Tegas untuk Kepatuhan
Next Article Prediksi Penurunan Ekspor Batu Bara Indonesia 2025: Tantangan dan Faktor Penyebab
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Industri Hijau dan Inovasi Digital Jadi Sorotan Utama di Industry Award 2025

Industry Award 2025 kembali diselenggarakan dengan menyoroti penerapan prinsip industri hijau, inovasi, dan transformasi digital…

By Redaksi InfoEnergi

Harga Perak Dunia Tertekan Akibat Kebijakan Trump dan Dinamika Ekonomi Global

Harga perak global tercatat mengalami pelemahan sepanjang pekan ini. Penurunan ini dipicu oleh dinamika pasar…

By Redaksi InfoEnergi

Target Lifting Minyak 2025: Bahlil Sampaikan Kepada Prabowo

Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, baru-baru ini menyampaikan kepada Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, mengenai target lifting…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Pabrik Biomassa MKTR: Optimalisasi Limbah Sawit untuk Energi Terbarukan

By Redaksi InfoEnergi

MIND ID Perkuat Hilirisasi Mineral untuk Dukung Ekonomi Nasional

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

 Pakar Minerba Dorong Audit Lingkungan Terhadap Tambang Emas Martabe Pasca Banjir Sumut

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

BP Menunda Proyeksi Permintaan Puncak Minyak Mentah ke 2030

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?