Jumat, 12 Des 2025
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Prediksi Penurunan Ekspor Batu Bara Indonesia 2025: Tantangan dan Faktor Penyebab
Energi Terbarukan

Prediksi Penurunan Ekspor Batu Bara Indonesia 2025: Tantangan dan Faktor Penyebab

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 7 November 2025 7:25 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan bahwa ekspor batu bara Indonesia pada tahun 2025 akan mengalami penurunan sekitar 30 juta ton dibandingkan dengan realisasi ekspor tahun sebelumnya yang mencapai 555 juta ton. Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Ditjen Minerba ESDM, Surya Herjuna, menjelaskan bahwa ekspor batu bara tahun ini diperkirakan berada di angka 525 juta ton.

Surya mengaitkan potensi penurunan kinerja ekspor ini dengan kondisi makroekonomi global yang tidak menentu, yang berdampak pada menurunnya permintaan batu bara dari negara mitra utama seperti China dan India. “Memang ada kecenderungan turun, tetapi turunnya itu kan bukan karena batu bara kita tidak laku. Memang, ekonomi kan lagi turun. Di China juga turun, di India juga turun. Artinya juga DMO [domestic market obligation] juga turun,” ujar Surya dalam Coalindo Coal Conference 2025, Rabu (5/11/2025).

Lebih lanjut, Surya menyebutkan bahwa produksi batu bara Indonesia dari Januari hingga September 2025 tercatat mencapai 585 juta ton, mengalami penurunan sebesar 7,47% secara tahunan (year on year/yoy). Meskipun harga batu bara sempat mengalami kenaikan, Surya menilai bahwa kenaikan tersebut belum mencapai tingkat yang optimal untuk meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa kinerja ekspor batu bara dari Januari hingga September 2025 mengalami penurunan sebesar 20,85%, mencapai nilai US$17,94 miliar atau sekitar Rp298,79 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.655 per dolar AS). Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$22,67 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyatakan bahwa penurunan nilai ekspor batu bara ini juga diikuti oleh penurunan volume pengiriman batu bara sepanjang Januari hingga September tahun ini. “Secara kumulatif ekspor batu bara turun 20,85%,” kata Pudji dalam konferensi pers daring, Senin (3/11/2025).

Sementara itu, harga batu bara di pasar internasional menunjukkan tren kenaikan. Pada Selasa (4/11/2025), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup pada US$110,85 per ton, naik 1,14% dari hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak 27 Agustus atau lebih dari dua bulan terakhir. Harga batu bara telah menguat selama tiga hari berturut-turut, dengan total kenaikan mencapai 6,69%.

Kementerian ESDM mencatat bahwa total produksi batu bara Indonesia sepanjang tahun 2024 mencapai 836 juta ton, setara dengan 117% dari target yang ditetapkan sebesar 710 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 juta ton dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri atau DMO, yang juga melebihi target DMO sebesar 220 juta ton. Di sisi lain, ekspor batu bara mencapai 555 juta ton, meningkat dibandingkan dengan realisasi tahun 2023 yang sebesar 518 juta ton. Sementara itu, 48 juta ton di antaranya disimpan sebagai stok domestik.

Untuk tahun 2025, Kementerian ESDM menetapkan target produksi batu bara sebesar 735 juta ton. Target ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menyeimbangkan antara kebutuhan domestik dan ekspor di tengah tantangan ekonomi global yang terus berubah.

Penurunan ekspor batu bara Indonesia pada tahun 2025 mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh sektor pertambangan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meskipun harga batu bara menunjukkan tren kenaikan, penurunan permintaan dari negara mitra utama seperti China dan India menjadi faktor utama yang mempengaruhi kinerja ekspor. Pemerintah dan pelaku industri diharapkan dapat terus beradaptasi dengan dinamika pasar global untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan sektor pertambangan di masa mendatang.

TAGGED:batu bara
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Perlambatan Industri Tambang: Dampak Penangguhan Operasi Freeport dan Koreksi Ekspor Batu Bara
Next Article Harga Minyak Dunia Stabil Setelah Penurunan Dua Hari Berturut-turut
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Indonesia Pertimbangkan Pembelian Minyak dari Rusia Pasca Bergabung dengan BRICS

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia kini…

By Redaksi InfoEnergi

Chandra Asri Akuisisi Jaringan SPBU di Singapura: Langkah Strategis Ekspansi Internasional

Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), perusahaan petrokimia terkemuka di Indonesia, baru-baru ini mengumumkan langkah strategisnya…

By Redaksi InfoEnergi

DPR Soroti 3 Tambang Dekat IKN, Ada Insiden Maut hingga Jaminan Reklamasi yang Belum Dibayar

Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Kementerian ESDM mengevaluasi kepatuhan tiga perusahaan tambang di…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Setahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran: Pertamina Fokus Benahi Tata Kelola

By Redaksi InfoEnergi
Transformasi Energi

PT PLN UP3 Cikokol Kota Tangerang Adakan Kompetisi Memasak dengan Kompor Induksi untuk Mendukung Gaya Hidup Hemat Energi

By Redaksi InfoEnergi
Analisa & Opini

Revisi Harga Batu Bara DMO: Permintaan IMA dan Tantangan Kebijakan

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Pembatasan Izin Smelter Nikel: Celios Serukan Perluasan Hingga Sektor Hulu

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?