Minggu, 22 Mar 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Keputusan Investasi Kilang Tuban Ditargetkan Rampung Desember 2025
Energi Terbarukan

Keputusan Investasi Kilang Tuban Ditargetkan Rampung Desember 2025

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 13 November 2025 7:24 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menargetkan bahwa keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) dari perusahaan migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, untuk proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban akan selesai pada awal Desember 2025. Simon menegaskan bahwa Rosneft masih dalam tahap memproses FID untuk megaproyek kilang baru ini. Setelah FID diberikan, Pertamina akan menentukan apakah proyek tersebut layak dilanjutkan atau perlu mencari mitra baru.

Simon menyatakan bahwa saat ini Kilang Tuban masih dalam proses FID. “Setelah FID selesai, kita akan menilai apakah proyek ini layak untuk dilanjutkan atau ada rencana lain,” ujarnya kepada media di Kementerian ESDM, Senin (10/11/2025). Simon menambahkan bahwa informasi terbaru mengenai pembangunan proyek ini baru bisa diberikan setelah FID dari Rosneft diserahkan. “Kemungkinan FID akan kita lihat pada awal Desember, dan kita akan memberikan pembaruan,” tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, mengungkapkan bahwa rendahnya tingkat pengembalian investasi atau internal rate of return (IRR) menjadi salah satu penyebab terhambatnya pengerjaan proyek Kilang Tuban. Todotua menepis anggapan bahwa sanksi baru dari Amerika Serikat terhadap Rosneft menjadi penyebab mandeknya progres FID proyek ini. Menurutnya, konsorsium yang terlibat belum sepakat mengenai perhitungan keekonomian dan tingkat pengembalian investasi proyek tersebut. “Ini lebih kepada strategi keekonomiannya, bukan sanksi Rusia,” jelas Todotua di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Di sisi lain, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa pemerintah sedang mengevaluasi nasib keputusan investasi akhir Kilang Tuban, menyusul sanksi baru AS terhadap Rosneft. FID Rosneft di proyek GRR ini seharusnya rampung pada kuartal IV-2025. Yuliot mengatakan pemerintah akan meminta kepastian dari Rosneft mengenai kesanggupan mereka untuk melanjutkan komitmen investasi di Kilang Tuban. “Kita evaluasi lagi, bagaimana pemenuhan komitmen terkait sanksi,” ujarnya di kantor Kementerian ESDM, Jumat (24/10/2025).

Yuliot juga menyebutkan bahwa kementeriannya akan mempertimbangkan mitra baru untuk proyek Kilang Tuban jika Rosneft tidak dapat melanjutkan proyek tersebut. Proyek kilang ini dikerjakan oleh PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memegang 55% saham, sementara sisanya dimiliki oleh Rosneft melalui afiliasi bisnisnya, Rosneft Singapore Pte Ltd. Nilai proyek GRR Tuban diperkirakan mencapai US$24 miliar dan dirancang untuk memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 300.000 barel per hari (bph). Hingga saat ini, pembangunan proyek masih tertunda menunggu keputusan investasi akhir dari Rosneft.

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melaporkan bahwa proyek Kilang Tuban masih dalam fase pengembangan, yaitu pembukaan lahan sebelum keputusan FID yang ditargetkan selesai pada kuartal IV-2025. Setelah FID, megaproyek kilang yang digarap oleh anak usaha raksasa migas Rusia melalui usaha patungan dengan PT Pertamina (Persero) ini akan memasuki tahap engineering, procurement, and construction (EPC).

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, keputusan investasi akhir dari Rosneft menjadi kunci bagi kelanjutan proyek Kilang Tuban. Pemerintah dan Pertamina terus memantau perkembangan ini untuk memastikan proyek strategis ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.

TAGGED:Kilang Tuban
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Harga Minyak Stabil di Tengah Pengawasan Ketat Pasar dan Laporan Surplus Pasokan
Next Article Pertamina Tetap Berkomitmen pada Proyek Gasifikasi Batu Bara Menjadi DME
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Harga Minyak Stabil Menjelang Dialog Dagang AS-China

Harga minyak dunia menunjukkan stabilitas menjelang dialog dagang antara Amerika Serikat dan China. Ketegangan perdagangan…

By Redaksi InfoEnergi

Perbandingan Harga BBM di Setiap SPBU: Analisis dan Dampaknya bagi Konsumen

INFOENERGI.ID - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kerap menjadi topik hangat di kalangan…

By Redaksi InfoEnergi

KKP Berikan Restu kepada PT Bhimasena Power Indonesia untuk Kelola PLTU Batang dengan Memanfaatkan Air Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memberikan lampu hijau kepada PT Bhimasena Power Indonesia untuk…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Permintaan Minyak Meningkat: Peran Negara Berkembang dalam Mendorong Kenaikan

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Blok Migas Akimeugah I dan II Tak Laku Dilelang: Alasan dan Tantangan

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Penemuan Cadangan Gas Bumi: Kunci Ketahanan Energi dan Ekonomi Indonesia

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Antam Ungkap Penyebab Kelangkaan Emas Batangan: Faktor dan Solusi

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?