Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan bahwa alokasi anggaran Kementerian ESDM yang telah disetujui pemerintah untuk tahun 2026 mencapai Rp10,12 triliun. Salah satu prioritas utama dari anggaran ini adalah penyelesaian program listrik desa yang ditargetkan rampung pada tahun 2029. Anggaran ini mengalami penurunan dari pagu definitif yang sebelumnya disetujui oleh Komisi XII, yaitu sebesar Rp21,6 triliun, yang sebelumnya naik Rp13,5 triliun dari pagu awal sebesar Rp8,1 triliun.
Bahlil menjelaskan bahwa dari total anggaran tersebut, Rp7,68 triliun atau 75,9% berasal dari rupiah murni, Rp1,82 triliun atau 18% dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan Rp0,61 triliun atau 6,1% dari badan layanan umum (BLU). Dari total anggaran Rp10,12 triliun, sebesar Rp6,56 triliun atau 64,8% akan dialokasikan untuk belanja program strategis yang berdampak langsung pada masyarakat, sementara Rp3,56 triliun atau 35,2% akan digunakan untuk belanja rutin.
Dalam pemaparannya, Bahlil menyoroti rencana program strategis Kementerian ESDM, termasuk peningkatan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjadi 250.000 rumah tangga dengan alokasi anggaran sebesar Rp500 miliar. “Pemasangan BPBL kita naikkan, menambah 250.000 rumah tangga. Kita targetkan listrik desa ini memang kita bikin agak lebih masif agar bisa selesai di 2029,” ujar Bahlil dalam rapat bersama Komisi XII pada Selasa (11/11/2025).
Untuk tahun 2026, infrastruktur listrik desa akan dibangun di 372 lokasi dengan anggaran sebesar Rp1 triliun. Selain itu, Bahlil juga menjelaskan rencana program strategis lainnya untuk Ditjen Minyak dan Gas Bumi, termasuk penyediaan konverter kit petani sebanyak 14.000 paket dengan anggaran Rp140 miliar dan jaringan gas rumah tangga sebesar Rp485,76 miliar. Proyek lainnya meliputi pembangunan Pipa Gas Bumi Cisem II dan Dusem dengan total anggaran Rp2,36 triliun.
Untuk Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), anggaran akan digunakan untuk pemasangan 60 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar Rp460 miliar, PLTS untuk pompa air pertanian sebanyak 100 unit sebesar Rp40 miliar, dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) 3 unit sebesar Rp53,93 miliar.
Adapun alokasi anggaran Kementerian ESDM tahun 2026 untuk berbagai direktorat dan badan lainnya adalah sebagai berikut: Sekretariat Jenderal sebesar Rp565,20 miliar, Inspektorat Jenderal Rp138,72 miliar, Ditjen Migas Rp4,02 triliun, Ditjen Gatrik Rp1,7 triliun, Ditjen Minerba Rp679,76 miliar, Setjen DEN Rp77 miliar, BPSDM ESDM Rp729,43 miliar, Badan Geologi Rp796,29 miliar, BPH Migas Rp323,40 miliar, Ditjen EBTKE Rp880,47 miliar, BPMA Rp102 miliar, dan Ditjen Gakkum Rp70 miliar.
Dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan, Kementerian ESDM berkomitmen untuk melanjutkan program-program strategis yang berdampak langsung pada masyarakat, terutama dalam hal penyediaan listrik desa dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.
