Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah mengonfirmasi bahwa rencana onstream proyek strategis nasional (PSN) Asap Kido Merah (AKM) di Blok Kasuri mengalami penundaan hingga Maret 2027. Sebelumnya, proyek ini ditargetkan selesai pada tahun depan. Penundaan ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai penyebabnya, meskipun Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, enggan memberikan komentar lebih lanjut terkait hal tersebut.
Dalam upaya untuk mengamankan pasar domestik, SKK Migas mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk menyepakati kontrak jual beli LNG jangka panjang dari proyek AKM. “Ini lagi negosiasi harganya dengan PLN. Mudah-mudahan deal. Supaya semua bisa dalam negeri,” ujar Djoko Siswanto saat ditemui di Kompleks Parlemen, Selasa (11/11/2025). Negosiasi ini diharapkan dapat memperkuat pasokan energi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Proyek pembangunan fasilitas floating liquified natural gas (FLNG) AKM telah mencapai 80% per awal bulan ini. Fasilitas LNG apung ini dirancang untuk mendukung komersialisasi sejumlah sumur pengembangan di Blok Kasuri, Papua Barat. Dengan kemajuan ini, diharapkan proyek dapat segera beroperasi dan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi gas nasional.
Proyek ini dikelola oleh Genting Oil Kasuri Pte Ltd (GOKPL), anak usaha dari Genting Group, konglomerasi bisnis yang dipimpin oleh taipan Malaysia, Lim Kok Thay. Awalnya, alokasi LNG dari Blok Kasuri direncanakan untuk diserahkan kepada afiliasi Genting Oil, PT Layar Nusantara Gas. Rencana ini sempat didorong setelah GOKPL menandatangani perjanjian jual beli gas (PJBL) dengan PT Pupuk Kalim (PKT) untuk kontrak selama 17 tahun.
Kontrak jual beli gas melalui pipa untuk PKT mencapai 101 juta standar kaki kubik per hari (MMScfd), yang akan digunakan untuk keperluan produksi ammonia dan pabrik urea di Papua Barat. Sementara itu, sekitar 230 MMscfd dalam bentuk LNG awalnya direncanakan untuk disalurkan ke Layar Nusantara Gas sebagai offtaker. “Genting Oil terus melanjutkan pembahasan terkait PJBG untuk penyerapan gas alam dengan entitas hilir, Layar Nusantara Gas bersama dengan SKK Migas,” demikian pernyataan dari siaran pers Genting Berhad untuk laporan keuangan semester I-2025.
SKK Migas mencatat bahwa Blok Kasuri memiliki cadangan gas yang signifikan, mencapai 2,24 trillion standard cubic feet (TSCF). Setelah persetujuan rencana pengembangan (PoD) I pada 2023, puncak produksi gas dari Blok Kasuri diperkirakan mencapai 330 MMScfd. Afiliasi Genting ini memegang 100% hak partisipasi atau participating interest (PI) pada proyek dengan nilai investasi mencapai US$3,37 miliar atau sekitar Rp54,96 triliun (asumsi Rp16.310 per dolar AS).
Penundaan proyek Asap Kido Merah ini tentunya menimbulkan tantangan bagi industri migas nasional. Namun, dengan upaya negosiasi dan kemajuan pembangunan yang terus dilakukan, diharapkan proyek ini dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi perekonomian dan ketahanan energi Indonesia. Keberhasilan proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor energi nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah industri migas global.
