Sabtu, 14 Mar 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Proyeksi Produksi Tembaga dan Emas Freeport Indonesia pada 2026
Energi Terbarukan

Proyeksi Produksi Tembaga dan Emas Freeport Indonesia pada 2026

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 19 November 2025 6:53 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Freeport-McMoRan Inc. (FCX) memproyeksikan bahwa produksi tembaga dan emas dari PT Freeport Indonesia (PTFI) pada tahun 2026 akan mencapai 1 miliar pon tembaga dan 0,9 juta ons emas. Angka ini menunjukkan penurunan tipis dibandingkan dengan target produksi tahun ini yang mencapai 1,67 miliar pon tembaga dan 1,6 juta ons emas.

Manajemen FCX dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa proyeksi tersebut didasarkan pada rencana pemulihan bertahap dan peningkatan produksi di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). Perusahaan menargetkan tambang GBC dapat kembali beroperasi pada kuartal II-2026.

“Berdasarkan rencana pemulihan bertahap dan peningkatan produksi, FCX memperkirakan produksi tembaga dan emas PTFI dari kawasan mineral Grasberg pada 2026 akan serupa dengan volume perkiraan 2025, yaitu sekitar 1,0 miliar pon tembaga dan 0,9 juta ons emas,” tulis manajemen FCX dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (19/11/2025).

FCX memperkirakan bahwa produksi PTFI akan terus meningkat sepanjang tahun 2026 dan 2027, dengan produksi rata-rata tahunan sekitar 1,6 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas untuk periode 2027—2029. Lebih lanjut, manajemen FCX mengungkapkan bahwa dua tambang bawah tanah lainnya yang tidak terdampak longsor di GBC, yaitu Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ), sudah beroperasi kembali pada akhir Oktober 2025.

Presiden dan Chief Executive Officer FCX, Kathleen Quirk, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk memulihkan produksi dalam skala besar dengan biaya yang efisien, sambil tetap mengutamakan keselamatan di kompleks pertambangan Grasberg. “Kami telah memasukkan pelajaran dari insiden tragis baru-baru ini ke dalam rencana masa depan kami dan menerapkan beberapa inisiatif untuk mengatasi kondisi yang menyebabkan insiden tersebut,” kata Quirk dalam keterangan tertulisnya.

Dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2025 Freeport, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui volume bijih yang ditambang Freeport sebanyak 212.000 ton per hari. Dalam bijih tersebut terdapat 1% kandungan tembaga dan 1 gram/ton emas. Sementara itu, bijih yang ditambang secara tahunan ditargetkan sebanyak 75—77 juta ton untuk tahun ini.

Hingga pertengahan bulan ini, PTFI mengaku belum melaporkan RKAB 2025 karena masih harus mengonsultasikan dampak dari kejadian longsor di tambang bawah tanah GBC ke Kementerian ESDM terlebih dahulu. “Sesuai dengan regulasi yang berlaku saat ini dan juga dampak dari kejadian di Grasberg Block Cave, PTFI akan melakukan penyesuaian, di mana penyesuaian tersebut akan kami sampaikan dan diskusikan dahulu dengan pemerintah,” kata VP Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati.

Freeport sebelumnya menangguhkan operasi tambang emas dan tembaga Grasberg sejak insiden longsor di Grasberg Block Cave pada awal September. Operasional tambang bawah tanah GBC diperkirakan baru dapat pulih sepenuhnya pada 2027. Dalam keterangan resminya, Freeport-McMoRan Inc. menyebut bahwa insiden longsoran lumpur bijih telah merusak sejumlah infrastruktur pendukung produksi di area GBC.

Akibatnya, PTFI terpaksa menunda kegiatan produksi dalam jangka pendek pada kuartal IV-2025 hingga sepanjang 2026 di area tambang tersebut. Badan bijih GBC mewakili 50% dari cadangan terbukti dan terduga PTFI per 31 Desember 2024, serta sekitar 70% dari proyeksi produksi tembaga dan emas hingga 2029. Kala itu, diperkirakan bahwa tambang Big Gossan dan DMLZ yang tidak terdampak dapat kembali beroperasi pada pertengahan kuartal IV-2025, sementara pengembalian operasi bertahap tambang GBC dijadwalkan pada paruh pertama 2026.

Konsekuensinya, penjualan tembaga dan emas PTFI bakal terbatas pada kuartal IV-2025, jauh di bawah estimasi sebelumnya yaitu 445 juta pon tembaga dan 345.000 ons emas. Sementara itu, pembukaan kembali kegiatan operasi GBC dimulai di tiga blok produksi di antaranya PB2 pada paruh pertama 2026, disusul PB3 dan PB1S pada paruh kedua 2026 dan PB1C menyusul pada 2027.

TAGGED:Freeport Indonesia
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Pemulihan Tambang Grasberg Block Cave: Freeport-McMoRan Percepat Langkah
Next Article Antam Menanti Kebijakan DMO Emas: Harapan dan Tantangan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Harga Nikel Terus Menurun Akibat Ketidakpastian Produksi di Indonesia

Indonesia, sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia, saat ini menghadapi tantangan besar terkait…

By Redaksi InfoEnergi

RUPTL 2025-2034 Disahkan: PLN dan IP Fokus pada Pembangkit Surya dan Panas Bumi

Pengesahan RUPTL 2025-2034 Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk rentang waktu 2025-2034 kini telah…

By Redaksi InfoEnergi

Pertamina Perkuat Armada Laut untuk Dorong Ekspansi Bisnis

Transformasi Armada Laut Pertamina PT Pertamina (Persero), melalui subholding-nya PT Pertamina International Shipping (PIS), tengah…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Impor BBM Pertamina Tiba: SPBU Shell Beli 100.000 Barel

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Pengembangan Energi Bersih di Pulau Flores: Audiensi Strategis PLN dan Keuskupan Agung Ende

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Usulan DPR untuk Menghentikan Ekspor LNG: Bahlil Tegaskan Tidak Bisa Dilarang

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Potensi Energi Terbarukan Indonesia: 333 GW Siap Dipanen

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?