Ekonomi Papua mengalami tekanan yang signifikan dengan penurunan sebesar 8% akibat penurunan ekspor dari PT Freeport Indonesia. Penurunan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah, mengingat Freeport merupakan salah satu kontributor utama bagi perekonomian daerah tersebut. Penurunan ekspor ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk fluktuasi harga komoditas global dan tantangan operasional yang dihadapi perusahaan.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, memberikan tanggapan terkait situasi ini. Bahlil menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi di Papua untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan. “Kita harus mulai memikirkan bagaimana mengembangkan sektor-sektor lain yang bisa menjadi penopang ekonomi Papua,” ujar Bahlil dalam sebuah konferensi pers.
Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah sedang merancang berbagai strategi untuk mendorong diversifikasi ekonomi di Papua. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan meningkatkan investasi di sektor pertanian, pariwisata, dan perikanan. “Kami sedang berupaya menarik investor untuk masuk ke sektor-sektor ini, sehingga ekonomi Papua tidak hanya bergantung pada tambang,” jelasnya.
Meskipun sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung ekonomi Papua, Bahlil mengakui bahwa ada tantangan besar yang harus dihadapi. Salah satunya adalah memastikan keberlanjutan operasional tambang di tengah tekanan lingkungan dan sosial. “Kita harus memastikan bahwa operasional tambang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal,” tambah Bahlil.
Pemerintah daerah di Papua juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung upaya diversifikasi ekonomi. Bahlil menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. “Pemerintah daerah harus proaktif dalam menyediakan infrastruktur dan regulasi yang mendukung investasi,” katanya.
Penurunan ekonomi Papua akibat penurunan ekspor Freeport menjadi pengingat akan pentingnya diversifikasi ekonomi. Dengan langkah-langkah strategis yang tepat, diharapkan Papua dapat mengembangkan sektor-sektor lain yang potensial dan mengurangi ketergantungan pada pertambangan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta menjadi kunci untuk mencapai tujuan ini.
