Kamis, 5 Feb 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan >  Hadi Ismoyo Sarankan Impor BBM dari AS Dimulai dari Jenis Konsumsi Rendah
Energi Terbarukan

 Hadi Ismoyo Sarankan Impor BBM dari AS Dimulai dari Jenis Konsumsi Rendah

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 4 Desember 2025 8:38 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE


Praktisi migas senior, Hadi Ismoyo, menilai pemerintah sebaiknya memulai impor bahan bakar minyak (BBM) dari Amerika Serikat (AS) dengan jenis bervolume konsumsi rendah seperti Pertamax Turbo. Saran ini muncul setelah PT Pertamina (Persero) membuka kemungkinan mengimpor Pertalite dari AS untuk memperkuat pasokan selama libur Natal dan Tahun Baru 2026.

Hadi menjelaskan bahwa impor dari AS membutuhkan waktu persiapan lebih panjang dibandingkan impor dari Singapura. Proses administrasi, termasuk kepabeanan dan cukai, ditambah durasi perjalanan kapal tanker, dapat memakan waktu antara 30 hingga 60 hari. Karena itu, ia mengingatkan perlunya alternatif suplai jika Pertamina tetap berencana memenuhi kebutuhan Pertalite dari AS.

“Ide yang bagus untuk memulai dari bensin yang konsumsinya sedikit. Kalau sampai terjadi antrian panjang dan stok tidak siap, akan jadi isu nasional dan memperburuk citra Pemerintah,” ujar Hadi, Selasa (2/12/2025).

Meski demikian, Hadi menilai proses pengiriman dari AS masih bisa dipercepat menjadi 15–20 hari dengan upaya ekstra dari pemerintah dan Pertamina. Namun, ia mengingatkan bahwa faktor cuaca dan padatnya aktivitas pelabuhan di akhir tahun berpotensi memperpanjang waktu kedatangan.

Oleh karena itu, ia menyarankan pemerintah dan Pertamina melakukan simulasi penuh terhadap proses impor dari AS sebelum memutuskan untuk mengimpor Pertalite. “Jika setelah dilakukan detail simulasi, BBM AS tidak sampai ke Indonesia sebelum Nataru, dengan parameter yang sudah diketahui akan mudah dilakukan simulasi,” tegasnya.

Pertamina Patra Niaga sebelumnya mengumumkan rencana meningkatkan pasokan Pertalite hingga 1,4 juta kiloliter pada akhir tahun. Selain produksi dalam negeri, opsi impor dari AS juga dibuka. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyaluran BBM bersubsidi saat ini 1%–5% di bawah kuota 2025, dengan rencana impor BBM dari AS mencapai sekitar 40% dari total pengadaan Pertamina.

“Pasar impor kita kan berdasarkan kebijakan pemerintah sudah ada untuk menyerap yang dari AS. Selebihnya juga dilakukan dengan supplier-supplier yang ada di lokasi lain,” kata Roberth.

Per 25 November 2025, ketahanan stok Pertalite tercatat 17 hari; Pertamax 22 hari; Pertamax Turbo 13 hari; Pertamina Dex 15 hari; Solar 14 hari; avtur 25 hari. Sementara itu, ketahanan stok LPG 3 Kg mencapai 13 hari menjelang Nataru 2025–2026.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu arahan pemerintah mengenai penugasan impor komoditas migas dari AS. Karena itu, waktu pasti realisasi impor minyak mentah dan komoditas lainnya belum dapat dipastikan. “Kami perlu dasar hukum yang kuat dan kehati-hatian dalam pelaksanaannya,” ujar Baron.

 Hadi Ismoyo mendorong pemerintah dan Pertamina untuk berhati-hati dalam merencanakan impor BBM dari AS, mengingat waktu persiapan yang lebih panjang serta risiko logistik menjelang akhir tahun. Ia menyarankan agar impor dimulai dari jenis BBM bervolume konsumsi rendah untuk mengurangi risiko kekurangan stok nasional. Pertamina sendiri masih menunggu arahan resmi pemerintah terkait penugasan impor, sementara kebutuhan stok menjelang Nataru tetap menjadi fokus utama.

TAGGED:BBM
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article  Impor BBM dari AS Dinilai Berisiko Tinggi Jelang Nataru, Praktisi Migas Ingatkan Pemerintah
Next Article Pemulihan Pasokan BBM di Sumatra dan Aceh Terkendala Banjir
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Produksi Minyak Mentah AS Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Dari 26 Desember hingga 3 Januari, Today in Energy menampilkan beberapa artikel favorit kami dari…

By Redaksi InfoEnergi

Perpanjangan Izin Ekspor Freeport Indonesia: Tantangan dan Harapan

PT Freeport Indonesia kini dihadapkan pada tantangan besar setelah diberlakukannya larangan ekspor bijih ore atau…

By Redaksi InfoEnergi

Brenmiller Europe: Memanfaatkan Keahlian Mitra untuk Proyek Energi Bersih di Eropa

Brenmiller Europe meraih manfaat dari keahlian mitra usaha patungannya dalam mengembangkan dan menerapkan proyek energi…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Prediksi Kelebihan Pasokan Solar di Indonesia: Dampak Program B50 dan RDMP Balikpapan

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

DMO Batu Bara Akan Dinaikkan, Besaran Harga Mesti Dikaji Ulang

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Nasib 100.000 Barel BBM Impor Pertamina yang Ditolak SPBU Swasta

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Pengambilalihan PT Inuki oleh BRIN Disorot Karena Uranium Rp 64 Miliar

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?