
Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan dengan mengembangkan program pengelolaan limbah produktif. Melalui inisiatif ini, perusahaan tidak hanya fokus pada penanganan dampak lingkungan dari kegiatan operasional, tetapi juga mengintegrasikannya dengan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah kerja. Limbah yang dihasilkan dari proses industri diolah kembali menggunakan teknologi dan kreativitas sehingga memiliki nilai ekonomi baru yang dapat memberikan manfaat langsung bagi warga lokal.
Program ini mencakup berbagai jenis pengelolaan, mulai dari pengolahan limbah minyak jelantah menjadi bahan bakar alternatif hingga pemanfaatan limbah non-B3 menjadi produk kerajinan dan pupuk organik. Masyarakat dilibatkan secara aktif melalui pelatihan teknis dan pendampingan kewirausahaan agar mereka mampu mengelola fasilitas pengolahan limbah secara mandiri. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sirkular ekonomi, di mana limbah yang sebelumnya dianggap sebagai beban lingkungan kini berubah menjadi sumber pendapatan tambahan bagi kelompok-kelompok masyarakat binaan.
Selain aspek ekonomi, pengembangan pengelolaan limbah ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memenuhi standar industri hijau dan mendukung pencapaian target emisi nol bersih. Dengan mengurangi volume limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, perusahaan berkontribusi pada pelestarian ekosistem lokal dan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi industri lain dalam mensinergikan tanggung jawab lingkungan dengan program pengembangan masyarakat yang berdampak jangka panjang.
Pengembangan pengelolaan limbah produktif oleh Pertamina Patra Niaga membuktikan bahwa sinergi antara aspek operasional perusahaan dan pemberdayaan sosial dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan, sekaligus memperkokoh keberlanjutan lingkungan dan kemandirian ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
