Sabtu, 28 Mar 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Minerba > Kontribusi Signifikan Sektor Minerba Terhadap Penerimaan Negara: Tantangan dan Prospek 2025
Minerba

Kontribusi Signifikan Sektor Minerba Terhadap Penerimaan Negara: Tantangan dan Prospek 2025

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 29 Desember 2024 12:56 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Industri pertambangan terus menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung penerimaan negara. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa kontribusi sektor mineral dan batu bara (minerba) terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2023, realisasi PNBP sektor ESDM mencapai Rp 300,3 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 254 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor minerba menyumbang Rp 172,96 triliun, atau 58 persen dari total PNBP, melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 146,07 triliun.

Fluktuasi harga komoditas mineral menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan PNBP minerba pada tahun 2023. Harga batu bara, misalnya, mengalami kenaikan dari USD 121,47 per ton pada tahun 2021 menjadi USD 276,58 per ton pada tahun 2022, dan rata-rata USD 201,49 per ton pada tahun 2023. Selain itu, peningkatan produksi dan penjualan komoditas mineral juga berkontribusi terhadap peningkatan PNBP. Pada tahun 2023, produksi batu bara mencapai 775,2 juta ton, nikel 71,4 ribu ton, dan ferronickel 535,2 ribu ton. Produksi emas mencapai 83 ton, perak 348,6 ton, dan timah 67.600 ton.

Namun, era berkah komoditas tampaknya mulai berakhir pada awal 2024, ditandai dengan penurunan harga batu bara. Laporan APBN Kita yang dirilis pada November 2024 menunjukkan bahwa harga batu bara mengalami moderasi sejak awal tahun hingga Oktober 2024, dipengaruhi oleh eskalasi di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap perekonomian global. Penurunan lifting migas dan pelemahan Harga Batubara Acuan (HBA) menjadi faktor dominan yang menekan pencapaian PNBP periode Januari-Oktober 2024, yang tercatat sebesar Rp 89,73 triliun, lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Melihat ke depan, Bank Dunia dalam laporannya pada November 2024 memperkirakan harga komoditas akan mengalami penurunan 5 persen pada 2025 dan 2 persen pada 2026. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengidentifikasi tiga faktor yang memengaruhi harga komoditas minerba, terutama batu bara, pada tahun depan. Pertama, pertumbuhan ekonomi global yang stagnan di kisaran 3 persen. Kedua, peningkatan produksi batu bara domestik oleh Tiongkok dan India yang mengurangi impor. Ketiga, stabilnya harga energi fosil lain seperti minyak mentah.

Untuk menghadapi tantangan ini, pemerintah di bawah komando Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan menerapkan beberapa kebijakan. Pertama, meningkatkan kerja sama antar-instansi terkait untuk audit kewajiban PNBP SDA Minerba. Kedua, mengoptimalkan pengelolaan batu bara untuk pendapatan yang lebih optimal. Ketiga, mengimplementasikan Automatic Blocking System (ABS) untuk optimalisasi penagihan piutang PNBP sektor minerba. Keempat, memanfaatkan Sistem Informasi Mineral dan Batubara antar K/L (SIMBARA) untuk efektivitas pengawasan dan peningkatan kepatuhan Wajib Bayar.

Dengan proyeksi perkembangan komoditas minerba yang menantang, pemerintah diharapkan dapat mengantisipasi penurunan drastis ekspor batu bara hingga 2030 dan lebih realistis dalam menetapkan target produksi dan ekspor minerba. Selain itu, pemerintah diharapkan dapat mulai rasional terhadap penerimaan batu bara yang cenderung menurun dalam lima tahun ke depan, khususnya bagi pemerintah daerah yang masih sangat tergantung pada penerimaan dari batu bara. Dengan langkah-langkah strategis yang tepat, diharapkan sektor minerba tetap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara di masa mendatang.

Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Hasil Keuangan Jersey Electricity PLC Tahun 2024: Lonjakan Pendapatan dan Strategi Keberlanjutan
Next Article Transformasi Jalan Tol Antarnegara dan Jaringan Transmisi Listrik di Colorado
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Pertamina Patra Niaga Hadirkan Promo Istimewa BBM dan LPG untuk Mudik Lebaran 2025

INFOENERGI.ID - PT Pertamina Patra Niaga, sebagai Subholding Commercial & Trading Pertamina, berkomitmen untuk mendukung…

By Redaksi InfoEnergi

PT Avia Avian Manfaatkan PLTS Atap untuk Energi Hijau di Dua Pabrik Utama

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands), bekerja sama dengan SUN Energy, terus memperluas pemanfaatan energi…

By Redaksi InfoEnergi

Harga Minyak Menguat Setelah China Janjikan Peningkatan Belanja Fiskal

Harga minyak mentah mengalami kenaikan tipis di pasar global setelah pemerintah China mengumumkan rencana untuk…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Minerba

Indonesia Menjadi Magnet Perusahaan Migas Dunia: Peluang Emas di Sektor Energi

By Redaksi InfoEnergi
Minerba

Aliansi Karyawan Tambang Desak Presiden Copot Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

By Redaksi InfoEnergi
MinerbaWorld

Kebijakan Ekonomi Luar Negeri Presiden Prabowo: Anindya Bakrie Bertemu Para Dubes Uni Eropa dan AS

By Redaksi InfoEnergi
Minerba

Direktur Utama Amman Mineral Alexander Ramlie Ajukan Pengunduran Diri, Akan Jadi Komisaris

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?