Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan bahwa target penurunan emisi gas rumah kaca dalam dokumen Rencana Aksi Iklim Kedua atau Nationally Determined Contribution (NDC) 3.0 akan lebih ambisius dibandingkan dengan komitmen sebelumnya. Langkah ini mencerminkan keseriusan Indonesia dalam menghadapi krisis iklim global.
Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH, Ary Sudijanto, menjelaskan bahwa saat ini dokumen NDC 3.0 masih berada dalam proses finalisasi. Penyempurnaan tersebut mencakup penajaman strategi sektor-sektor utama seperti energi, kehutanan, dan transportasi, guna mencapai penurunan emisi yang lebih signifikan.
KLH menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam mencapai target ambisius ini. Pemerintah melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari sektor publik, swasta, hingga organisasi masyarakat sipil. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi kebijakan, inovasi teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung agenda iklim nasional.
Meskipun telah menunjukkan komitmen yang kuat, Indonesia tetap membuka ruang bagi dukungan internasional, baik dari segi pendanaan maupun alih teknologi. Kolaborasi global dianggap penting agar Indonesia dapat mencapai target NDC 3.0 tanpa mengorbankan agenda pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan penetapan target yang lebih ambisius dalam NDC 3.0, Indonesia menunjukkan kesiapannya untuk menjadi bagian aktif dari solusi perubahan iklim. Melalui sinergi kebijakan dan dukungan semua pihak, Indonesia berharap dapat mewujudkan transisi menuju ekonomi rendah karbon dan masa depan yang lebih hijau.
