Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, bersama Wakil Direktur Utama Oki Muraza, melakukan kunjungan kerja ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada Selasa, 29 Juli 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung pelaksanaan operasional dan penerapan teknologi terkini dalam meningkatkan produksi minyak di Blok Rokan, yang merupakan salah satu wilayah migas terbesar dan paling produktif di Indonesia.
Zona Rokan terus memainkan peran strategis dalam mendukung produksi migas nasional. Dengan potensi besar yang dimilikinya, blok ini menjadi salah satu andalan Pertamina dalam mewujudkan ketahanan energi nasional. Dalam tinjauan tersebut, direksi Pertamina menegaskan pentingnya menjaga keandalan produksi dan mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Direktur Utama Simon Mantiri menekankan bahwa penggunaan inovasi dan teknologi modern menjadi kunci dalam menghadapi tantangan industri migas saat ini. Peninjauan fasilitas operasi dilakukan untuk menilai efektivitas berbagai terobosan teknologi yang telah diterapkan oleh PHR, termasuk digitalisasi proses dan optimalisasi peralatan produksi.
Wakil Direktur Utama Oki Muraza menyampaikan apresiasi kepada seluruh perwira PHR atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam meningkatkan performa produksi. Menurutnya, sinergi antara inovasi, kerja keras, dan kolaborasi menjadi kekuatan utama dalam mendorong pencapaian target produksi nasional. Ia optimis bahwa dengan semangat tersebut, Pertamina mampu memberi kontribusi besar terhadap energi nasional.
Pertamina juga menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan operasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dalam setiap inisiatif yang dilakukan, aspek keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan terus menjadi prioritas utama.
Kunjungan ini menjadi bukti keseriusan Pertamina dalam mengawal langsung performa lapangan strategis seperti Zona Rokan. Dengan pemanfaatan inovasi, kolaborasi tim, dan komitmen terhadap efisiensi operasional, Pertamina berharap Zona Rokan akan terus menjadi tulang punggung produksi minyak Indonesia dan memberi kontribusi nyata bagi ketahanan energi jangka panjang.
